Ilustrasi. (Foto: AFP)
Ilustrasi. (Foto: AFP)

22 Daerah di Jatim Diminta Waspada Dampak La Nina

Nasional banjir musim hujan bencana alam bencana banjir
Amaluddin • 18 November 2020 15:53
Surabaya: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jawa Timur meminta jajarannya se-Jatim bersiap menghadapi banjir dan badai la nina. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, ada 22 daerah di Jatim berpotensi terdampak la nina.
 
"Maka itu, kami minta Dinas Pertanian di seluruh Jatim waspada dan siap menghadapi cuaca la nina," kata Kepala DPKP Jatim, Hadi Sulistyo, saat dikonfirmasi, Rabu, 18 November 2020.
 
Baca: 3 Desa di Aceh Timur Banjir

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hadi mengatakan fenomena ini merupakan siklus lebih dinginnya laut pasifik ekuator, hal itu akan memengaruhi sistem iklim global dengan intensitas hujan sedang hingga lebat. Dampaknya akan terjadi penurunan suhu, musim hujan lebih awal dan potensi bencana, seperti banjir, longsor hingga puting beliung.
 
"Makanya dampak la nina ini harus diwaspadai, karena badai la nina tidak diketahui, tidak ada tanda-tandanya dan biasanya terjadi secara mendadak," jelasnya.
 
Hadi juga mengimbau petani untuk menyiapkan benih-benih padi yang bisa tahan air, sehingga jika terjadi banjir benih-benih tersebut masih bisa bertahan. Untuk lahan pertanian di Jatim terdapat sekitar 1,2 juta hektare.
 
"Informasi dari BMKG, musim hujan sudah mulai terjadi di Jatim pada bulan November ini. Puncaknya cuaca ekstrem pada masa pancaroba ini diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari awal tahun 2022 mendatang," ujar Hadi.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif