Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Ratusan Hektare Lahan di Kabupaten Tangerang Hilang karena Abrasi

Nasional lingkungan
Hendrik Simorangkir • 30 Juli 2019 12:27
Tangerang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyatakan wilayah pesisir utara Tangerang telah kehilangan ratusan hektare lahan akibat abrasi air laut sejak 20-30 tahun silam. Abrasi terjadi lantaran di Kabupaten Tangerang tidak adanya Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops).
 
"Bisa jadi sudah ratusan hektare yang hilang. Pantai di daerah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Ketapang sebelah Tanjung Kait, yang ke arah wilayah Keramat itu sudah ada daratan 1 kilometer hilangnya," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin, Selasa, 30 Juli 2019.
 
Kosrudin menjelaskan untuk daerah lain ada juga di Pulau Cangkir yang posisi jalan raya nya sudah semakin mendekat ke bibir pantai. "Dahulu di samping jalan raya itu beberapa petak empang dan sekarang sudah hilang, itu adalah bencana menurut teori Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," jelas Kosrudin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kosrudin kembali mengatakan dalam waktu dekat dirinya akan berkomunikasi dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar untuk menindaklanjuti hal tersebut. Kosrudin ingin BPBD diberikan perhatian lebih untuk melakukan mitigasi bencana dan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menaggulangi abrasi.
 
"Saya kemarin baru satu kali mengikuti diklat pelatihan manajemen bencana dan ternyata kita sudah punya bencana. Kemarin ada ahli foto di udara dan itu digambarkan tahun 2004 pantai Tangjung Kait itu seperti apa, tahun 2010 itu seperti apa dan tahun sekarang seperti apa, itu sudah jauh abrasinya," beber Kosrudin.
 
Menurut Kosrudin salah satu upaya yang dapat dilakukan Pemkab Tangerang untuk mengurangi abrasi dengan penanaman bakau, kemudian membentuk Pusdalops yang terdiri dari beberapa instansi sebagai tim pelaporan, pengawasan dan juga pencegahan bencana.
 
"Pusdalops bertugas memberikan laporan setiap hari dimana ada ancaman dan gejala dan keberadaannya itu sangat penting. Karena dalam kita melakukan tindakan atau mitigasi kan kita berbasis data, sehingga tindakan yang kita lakukan itu akurat. Data ini yang kita dapatkan dari Pusdalops," pungkas Kosrudin.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif