Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat merilis kasus investasi ilegal beromzet Rp750 Miliar. (Medcom.id/Amal).
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat merilis kasus investasi ilegal beromzet Rp750 Miliar. (Medcom.id/Amal).

Polisi Bakal Panggil Artis Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong

Nasional investasi bodong
Amaluddin • 07 Januari 2020 16:12
Surabaya: Kasus investasi bodong PT Kam and Kam (MeMiles) terus bergulir. Terbaru, Polda Jawa Timur akan memanggil sejumlah artis diduga terlibat dalam kasus tersebut pekan depan.
 
"Tidak hanya itu, kami juga akan melacak jejak digital para artis dan penyanyi, untuk mendalami keterlibatan mereka dalam kasus ini," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Surabaya, Selasa, 7 Januari 2020.
 
Namun, Yudo enggan memerinci siapa saja artis yang akan datang pekan depan. Sebelumnya, dari data yang dihimpun, ada beberapa artis di antaranya Judika, Siti Badriah, Marcello Tahitoe atau Ello, Adjie Notonegoro, Ika Deli hingga Irma Darma.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pokoknya yang ada di media sosial (instagram) itu adalah petunjuk awal, dalam hal keterlibatannya akan didalami dalam proses penyidikan. Tapi tetap acuan penyidik adalah alat bukti sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHAP," katanya.
 
Sebelumnya, salah satu korban investasi ilegal PT Kam and Kam, Andy Setyawan, 43, warga Taman, Kabupaten Sidoarjo, membenarkan adanya sejumlah artis dalam investasi bodong. Ia menyebut, para artis tersebut pernah memberikan testimoni maupun tampil dalam acara-acara yang digelar oleh PT Kam and Kam.
 
"Yang saya lihat di IG (instagram) itu ada artis, penyanyi, dan juga pejabat TNI," kata Yudo.
 
Polda Jawa Timur membongkar investasi ilegal beromset Rp750 miliar. Uniknya, omset tersebut dicapai hanya dalam waktu delapan bulan. Kata Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, kasus kejahatan oleh korporasi ini memanfaatkan kebijakan pemerintah, terkait dengan iklim investasi untuk masyarakat kelas bawah sampai menengah.
 
"Ini (kasus investasi) dimanfaatkan oleh korporasi PT Kam and Kam, yakni dengan menggunakan aplikasi online," kata Luki.
 
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang tersangka berinisial KTM, 47, dan FS, 52. Kedua tersangka sebelumnya diketahui juga pernah terlibat dalam kasus yang sama pada 2015 lalu di Polda Metro Jaya. Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp50 miliar, 18 unit mobil, 2 sepeda motor, dan beberapa barang bukti lainnya.
 
"Para tersangka sudah merekrut setidaknya 240 ribu anggota. Untuk memperlancar perekrutan, setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan," kata Luki.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif