BPIP menyelenggarakan seminar bertajuk Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Tokoh Agama, Santri, Pendidikan, Masyarakat, Pemuda Dan Komponen Masyarakat Lainnya, di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 16 September 2021 (Foto:Dok)
BPIP menyelenggarakan seminar bertajuk Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Tokoh Agama, Santri, Pendidikan, Masyarakat, Pemuda Dan Komponen Masyarakat Lainnya, di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 16 September 2021 (Foto:Dok)

Bupati Cirebon Optimistis BPIP Mampu Menjadi Perekat Bangsa

Nasional BPIP
Rosa Anggreati • 17 September 2021 12:19
Jakarta: Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyampaikan harapan kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk terus menjaga Indonesia tetap aman, tentram, dan damai melalui pendekatan Pancasila dan kearifan lokal.
 
Permintaan Imron Rosyadi diutarakan pada seminar bertajuk Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Tokoh Agama, Santri, Pendidikan, Masyarakat, Pemuda Dan Komponen Masyarakat Lainnya, di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 16 September 2021.
 
"Banyak permasalahan dalam pendidikan santri dan pemerintahan. Kehadiran BPIP sangat diperlukan sekali di negara kita yang masih berkembang," ucap Imron.
 
Sejak dahulu kala, Kabupaten Cirebon terkenal dengan peradaban yang toleran. Namun sebagaimana daerah lain, tantangan juga dihadapi Kabupaten Cirebon pada era globalisasi. Tatanan bermasyarakat terancam praktik penyimpangan ideologi.
 
"Negara harus hadir agar masyarakat adem, ayem, tentram. Indonesia terdiri atas beribu suku, budaya. Rawan sekali perpecahan. Apalagi SDM (sumber daya manusia) kita secara ekonomi rata-rata masih menengah bawah," kata Imron.
 
Imron optimistis BPIP mampu menjadi perekat bangsa. Dengan sosialisasi dan penanaman ideologi Pancasila di masyarakat, Indonesia akan terhindar dari perpecahan.
 
Bupati Cirebon Optimistis BPIP Mampu Menjadi Perekat Bangsa
Kepala BPIP Yudian Wahyudi dan Bupati Cirebon Imron Rosyadi (Foto:Dok)
 
"Perlu pelatihan ideologi Pancasila agar tertanam dan melindungi masyarakat Kabupaten Cirebon. Kiranya juga diperluas ke kabupaten lainnya di Indonesia," ucap Imron.
 
Harapan Bupati Cirebon Imron Rosyadi tersebut diamini oleh Kepala BPIP Yudian Wahyudi. Dia pun prihatin dengan fenomena negatif di media sosial (medsos) dan pengaruh globalisasi yang tengah terjadi di masyarakat.
 
"Kekhawatiran Pak Bupati bisa dipahami. Misalnya, orang baru belajar agama seolah-olah menjadi kiai, ulama. Kita perlu medsos yang ramah," ujar Yudian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bupati Cirebon Optimistis BPIP Mampu Menjadi Perekat Bangsa
Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Foto:Dok)
 
Eks Rektor UIN Yogyakarta ini mengajak para tokoh agama dan santri untuk sama-sama membumikan Pancasila. Terlebih saat ini derajat santri sedang ditingkatkan.
 
"Pemerintah mengapresiasi pesantren dengan peningkatan kualitas dan komitmen pendanaan," kata Yudian.
 
Sementara itu, Deputi Diklat BPIP Baby Siti Salamah mengungkapkan BPIP berupaya menggelar pembinaan ideologi Pancasila dengan metode yang lebih efisien, efektif, cepat dan fleksibel.
 
"Kegiatan di Cirebon ini tentu tak lepas dari banyaknya kegiatan seperti pelayaran, perdagangan, pendidikan, perikanan, kuliner, dan batik," kata Baby.
 
Acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Santri 2021 itu juga dihadiri antara lain Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani, Plt Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Kusdiantoro, Rektor IAIN Cirebon Sumanta Hasyim, Guru Besar UIN Yogyakarta Syihabuddin Qalyubi, Pengasuh Ponpes Dar At-Tauhid Arjawinangun Husein Muhammad, dan diikuti oleh ratusan peserta secara langsung dan daring.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif