KEIN Dukung Reklamasi untuk Bandara Soetta II
Sejumlah anak bermain di daerah terlarang perimeter utara landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta. (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: Pemerintah berencana membangun Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) II pada 2020. Hal ini dikarenakan kapasitas pengunjung Bandara Soekarno-Hatta sudah membeludak. Lonjakan pengguna Bandara diperkirakan akan tembus angka 100 juta tahun ini. 

Sebagaimana pernah diungkapkan pemerintah melalui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pembangunan bandara Seokarno Hatta Dua nantinya akan memakan biaya lebih dari Rp100 triliun. Namun, dia belum memastikan apakah dalam pembiayaannya akan mengundang investor swasta.

Doni Oskaria, Ketua Pokja Pariwisata Komite Ekonomi dan Industri Nasional Republik Indonesia (KEIN RI)  menyambut positif, bahkan cukup antusias,  dengan rencana pemerintah tersebut. Rencana pembangunan bandara Soetta Dua akan memberi daya gedor yang cukup signifikan pada sektor pariwisata.


"Kita harus mendukung rencana pemerintah dan Angkasa Pura II ini.  Bandara adalah salah satu wajah Indonesia di mata Internasional,  selain sebagai entry gate untuk berbagai lalu lintas domestik dan internasional", kata Doni.

Menurut Doni,  pemerintah dan AP II harus segera memastikan proyek ini layak untuk ditindaklanjuti,  mulai dari lokasi, kelayakan reklamasi,  skema pembiayaan,  sampai pada hal-hal kecil seperti bahan baku,  barang modal,  dan lain-lain. Hal itu dilakukan agar semua langkah dalam proses pembangunannya juga memberi efek ekonomi kepada sektor lain.  

"Misalnya soal bahan baku, AP II dan pemerintah harus mengutamakan yang berasal dari dalam negeri,  sebelum mengimpornya.  Lalu AP harus memastikan mitra-mitra untuk pengadaan lokasi yang berupa reklamasi tersebut. Mitra-mitra yang nantinya digandeng haruslah yang tidak diragukan kredibilitas dan legalitasnya,  agar sumbangsihnya pada penerimaan pajak pusat dan daerah juga bisa dipertanggungjawabkan", ucap Doni

Doni yakin, kehadiran Bandara Soetta II akan memberikan efek kepada kunjungan wisata asing ke Indonesia selama masa pembangunan dan setelah bandara selesai.  Saat ini, katanya, kapasitas Bandara Soetta sudah melebihi aktivitas yang ada. Jadwal-jadwal penerbangan acap meleset karena pesawat terjebak antrian panjang sebelum take off.  

Apalagi jika Bandara tersebut dibangun di atas lahan reklamasi, kata Doni,  selain akan menjawab persoalan kapasitas,  Bandara Baru ini nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri di mata para pengunjung asing dan domestik karena akan menjadi atraksi tersendiri yang akan memberikan experience berbeda dengan bandara lainya.  

"Reklamasi adalah pilihan yang paling masuk akal saat ini. Sulit rasanya menemukan lahan seluas 2000 hektare di sekitar lokasi existing saat ini. Belum lagi masalah relokasi masyarakat di lokasi tersebut nantinya.  Oleh karena itu,  reklamasi adalah pilihan yang paling bijak untuk pemerintah dan AP II", ujar Doni.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id