Rumah rusak akibat tanah bergerak.  MI/Supardji Rasban
Rumah rusak akibat tanah bergerak. MI/Supardji Rasban

Tanah Bergerak di Brebes, Rumah dan Bendung Jebol

Nasional longsor tanah longsor bencana longsor pergerakan tanah
Media Indonesia.com • 16 Februari 2021 23:35
Brebes: Hujan yang terus mengguyur Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, membuat tujuh rumah warga di Dukuh Pereng, Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, rusak berat akibat tanah bergerak. Selain itu, satu bendung irigasi juga jebol.
 
Tujuh rumah yang rusak berat di bagian lantainya pecah dan ambles. Sedangkan dinding dan pilar rumah banyak yang pecah dan miring akibat pergerakan tanah.
 
Kepala Desa Kaligiri, Rosidin, meyampaikan bencana tanah bergerak di Dukuh Pereng terjadi pada Jumat malam, 12 Februari 2021. Setelah terjadi hujan lebat sejak siang dan malamnya terjadi pergerakan tanah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat itu siang hujan turun hingga malam dan terjadi pergerakan tanah yang merusak tujuh rumah warga," ujar Rosidin.
 
Baca: Petugas Kesulitan Perbaiki Jalan Ambles Menuju Objek Wisata Guci Tegal
 
Rosidin menuturkan, setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, ada tujuh rumah yang rusak. Yakni milik M Samsudin, Waholi, Indra Pramono, Warti, Kliwon, Toipah dan Kasim. Semua rumah warga tersebut kondisinya tergolong rusak parah.
 
"Rusak parah lantainya ambles, dinding bergeser dan ada yang pecah," tuturnya.
 
Rosidin menyebut, tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Warga juga masih bertahan di rumahnya yang rusak dan tidak mengungsi.
 
"Warga merasa masih aman karena kebanyakan rumah mereka konstruksinya bukan rumah tembok semua," ucap Rosidin.
 
Baca: Tiga Desa di Sukabumi Dilanda Pergerakan Tanah
 
Tidak jauh dari lokasi tersebut, talud penahan tebing Sungai Pedes juga longsor yang mengakibatkan Bendung Irigasi Glempang jebol dan tidak berfungsi lagi.
 
"Kejadiannya sama pada malam itu juga, arus sungai deras dan talud longsor bendungan jebol," terang Rosidin.
 
Dia menuturkan, bendung irigisi Glempang mengaliri ratusan hektare lahan pertanian di wilayah Desa Mendala dan Buniwah Kecamatan Sirampog. Namun kini, bendung rusak total.
 
"Bendung rusak total dan tidak berfungsi sehingga ratusan Ha lahan pertanian kesulitan air irigasi," terangnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif