Sukarni, tinggal di sebuah gubuk sederhana di Kampung Cigereung RT10 RW03, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.
Sukarni, tinggal di sebuah gubuk sederhana di Kampung Cigereung RT10 RW03, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Hidup Sebatang Kara, Nenek Sukarmi Tinggal di Gubuk Reyot Selama 30 Tahun

Nasional kemiskinan
Hendrik Simorangkir • 30 November 2020 11:03
Tangerang: Sukarni, 73, tinggal di sebuah gubuk reyot di Kampung Cigereung RT10 RW03, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, harus hidup sebatang kara dan tanpa kehangatan keluarga yang menemani. Bahkan, rumah tempat tinggalnya yang telah ditinggalinya selama 30 tahun itu sangat memprihatikan, jauh dari para tetangga, dan berada di tengah-tengah hutan di wilayah tersebut. 
 
Bahkan, untuk makan sehari-hari Sukarmi hanya bergantung pada belas kasihan para tetangga meski jauh letaknya dengannya. Satu hingga dua warga sekitar memberi sepiring makanan pada wanita paruh baya ini.
 
Selain itu, tidak jarang hawa dingin sering merasuki tubuh nenek tua ini di kala malam hari melalui sela-sela dinding yang sederhana dengan lantai beralaskan tanah serta atap hampir ambruk. Bahkan, di beberapa sisi rumah nampak sudah tidak layak untuk dijadikan sebagai rumah bagi wanita usia lanjut ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sukarmi mengatakan ketakutannya jika suatu saat rumah yang selama ini ditinggali tersebut dapat roboh sewaktu-waktu lantaran termakan usia dan rapuh.
 
"Ya saya takut roboh, kalau musim hujan pasti ada angin, dan kalau hujan angin saya langsung keluar rumah dan ke masjid, karena takut roboh," ujarnya menahan tangisnya, Minggu, 29 November 2020.
 
Sukarmi mempunyai suami bernama Asep, 78. Suami Sukarmi itu sudah 20 tahun silam meninggal dunia, karena sakit yang dideritanya. Sementara, buah dari hubungannya tersebut melahirkan dua anak, pertama Neneng, 43, dan Dede, 38, namun keduanya tidak pernah menjenguknya.  
 
"Neneng hampir 5 tahun lamanya, sedangkan Dede merantau ke daerah Jawa timur dan sudah 18 tahun tidak ada kabar sampai dengan hari ini. Semoga saja kedua anak saya bisa peduli dan melihat kondisi saya saat ini, dan saya bisa bertemu kembali dengan kedua anak saya," katanya. 
 
Hidup Sebatang Kara, Nenek Sukarmi Tinggal di Gubuk Reyot Selama 30 Tahun
Sukarni, tinggal di sebuah gubuk sederhana di Kampung Cigereung RT10 RW03, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.
 
Sukarmi, mencoba bertahan hidup dengan kesehariannya mencari botol bekas minuman, dan dikumpulkannya untuk di jual, dan hasil dari penjual botol bekas untuk membeli beras, dan lauk pauk untuk di konsumsinya. Namun, jika tengah kondisi sakit Sukarmi hanya bisa mengandalkan belas kasihan para tetangganya.
 
Juanda, 37, tetangga Sukarmo menjelaskan kondisi yang sangat memprihatikan karena rumah yang tidak layak huni ditempati seorang diri nenek tua yang seharusnya mendapatkan bantuan dari pemerintah ataupun para dermawan.
 
"Betul, nenek Sukarmi tinggal seorang diri sejak ditinggal suaminya meninggal dunia 20 tahun lalu, kemudian memiliki 2 orang anak, namun anaknya pun kurang peduli dengan kondisi dan keadaan orang tuanya saat ini," jelas Juanda.
 
Sementara, Kepala Desa Pabuaran Suhendi mengaku pihak desa sudah sering mengusahakan untuk melakukan bedah rumah kepada pemerintah daerah. Namun, hingga kini pengajuan tersebut belum juga terealisasi.
 
"Kami sudah mengajukan bantuan bedah rumah, namun hanya di kasih janji tahun depan. Karena angaran tahun ini fokus dialokasikan ke penanganan covid-19," tutur Suhendi.
 
Camat Jayanti Yandri Permana menambahkan, masih banyak kebutuhan untuk bedah rumah, maka secara bertahap akan diprogramkan melalui pagu kecamatan dan menganggarkannya di APBDes di 2021. 
 
"Saya juga meminta kepada beberapa perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Jayanti agar menghibahkan dana csr-nya untuk membangun rumah yang layak huni yang ada di sekitar Kecamatan Jayanti khususnya. Semoga tahun depan rumah yang tidak layak huni di Kecamatan Jayanti bisa kita bangun secara bertahap, dan semuanya ini harus diajukan dengan proses sistem," kata Yandri.
 
Selain Sukarmi, ternyata di Kabupaten Tangerang masih banyak warga yang belum tersentuh bantuan dari Pemkab Tangerang baik dari segi ekonomi hingga pendidikan. 

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif