Ilustrasi--Sejumlah anak-anak saat bermain di lapangan dekat barak pengungsian Merapi di Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan. (Medcom.id/ahmad mustaqim)
Ilustrasi--Sejumlah anak-anak saat bermain di lapangan dekat barak pengungsian Merapi di Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan. (Medcom.id/ahmad mustaqim)

Gempa Tektonik Sempat Terjadi di Gunung Merapi

Nasional gunung merapi bencana alam erupsi gunung
Ahmad Mustaqim • 25 November 2020 15:53
Yogyakarta: Aktivitas kegempaan di Gunung Merapi masih tinggi. Setidaknya, gempa tektonik sempat tertangkap dalam pengawasan yang dilakukan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
 
"Gempa tektonik yang tertangkap sekali, tektonik jauh. Durasinya 41 detik," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Rabu, 25 November 2020.
 
Catatan BPPTKG, terjadi 45 kali gempa guguran pada Selasa, 24 November 2020. Selain itu, juga terjadi 404 kali gempa fase banyak, 47 kali gempa vulkanik dangkal, dan 45 kali gempa hembusan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk deformasi, dari pengamatan Pos Babadan terjadi 11 sentimeter per hari," ungkapnya.
 
Baca juga: Jelang KBM Tatap Muka Guru di Sulsel Akan Di-swab Seminggu Sekali
 
Sementara, hasil pengamatan terbaru hari ini, periode pukul 06.00-12.00 WIB, terjadi sebanyak tiga kali guguran. Guguran itu terjadi baik kategori lemah maupun keras.
 
Hasil pengamatan yang lain yakni terjadi 10 kali gempa guguran, 13 kali gempa hembusan, 62 kali gempa fase banyak, dan lima kali gempa vulkanik dangkal.
 
Hanik menegaskan status Gunung Merapi masih siaga atau level III. Kawasan rawan terdampak erupsi masih pada radius lima kilometer dari puncak Gunung Merapi.
 
Pihaknya juga mengingatkan agar tidak ada lagi aktivitas penambangan di sekitar kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi. Beberapa lokasi penambangan masih ada pada radius kurang dari lima kilometer dari puncak.
 
"Rekomendasi kami juga pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi, termasuk kegiatan pendakian ke puncak," ungkapnya. 

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif