Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

7 Penyebab Penularan Covid-19 Tertinggi di Surabaya

Nasional Virus Korona protokol kesehatan
Amaluddin • 25 Januari 2021 17:38
Surabaya: Ada tujuh faktor penyebab tingginya penularan kasus covid-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Penyakit bawaan alias komorbid menjadi penyebab penularan kasus covid-19 tertinggi, mencapai 31 persen.
 
"Tujuh faktor penyebab tingginya kasus covid-19 ini, hasil analisis data hasil tracing yang dimulai sejak 18-24 Januari 2021, yang dilakukan Tim Gugus Tugas dengan 200 sampel kasus positif covid-19," kata Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto, dikonfirmasi, Senin, 25 Januari 2021.
 
Selain komorbid, posisi kedua adalah kontak erat keluarga yang dinyatakan terkonfirmasi covid-19 persentasenya 26 persen. Ini lantaran banyak anak-anak muda keluyuran, dan berkerumun. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga begitu pulang ke rumah, ternyata sudah membawa virus. Nah ini kan kasian keluarga lainnya," ujarnya.
 
Posisi tertinggi ketiga adalah penularan di tempat kerja sebesar 18,5 persen. Maka itu, Irvan meminta kepada manajemen perkantoran agar mematuhi protokol kesehatan, dan mengizinkan karyawannya tidak masuk kerja jika kondisi kesehatannya menurun alias sakit.
 
"Karena salah satu gejala yang diakibatkan virus covid-19 adalah kondisi kesehatan menurun. Maka itu pihak perkantoran harus mengizinkan pegawainya libur kerja, sampai kesehatannya pulih, atau sudah melaksanakan screening covid-19 dan dinyatakan sehat," katanya.
 
Penyebab tertinggi keempat adalah banyak masyarakat yang baru dari luar kota, dengan persentase 10 persen. Kelima 7,5 persen karena keramaian/kerumunan, Keenam 5 persen pekerja di rumah sakit, dan ketujuh 2 persen diketahui ketika melakukan swab sebagai syarat perjalanan.
 
Irvan mengimbau kepada masyarakat yang merasa kesehatannya menurun, atau merasa tidak enak badan secara tiba-tiba untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Sebab, penyakit gejala yang sering timbul yang diakibatkan oleh covid-19 sesuai hasil data analisis adalah, hilang indra penciuman (anosmia), batuk berkepanjangan, sesak napas, sakit tenggorokan, dan demam tinggi.
 
Sementara dari 200 sampel hasil anakisis lainnya, ada sebanyak 59 persen orang terkonfirmasi covid-19 di Surabaya melakukan isolasi mandiri di rumah/apartemen. Lalu 36 persen melaksanakan isolasi di RS atau tempat yang disediakan oleh Pemerintah/Swasta. 
 
"Lalu tiga persen melaksanakan isolasi di tempat lainnya, 2 persen dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif