Gunung Semeru erupsi. (Foto: Istimewa)
Gunung Semeru erupsi. (Foto: Istimewa)

Aktivitas Vulkanis Gunung Semeru dan Merapi Mirip

Nasional gunung merapi erupsi gunung gunung semeru
Ahmad Mustaqim • 05 Desember 2020 17:10
Yogyakarta: Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyebut, kondisi Gunung Merapi dengan Gunung Semeru saat ini memiliki kemiripan. Aktivitas vulkanis kedua gunung api itu masih tinggi. 
 
"Ada kubah lava. Ada kemiripan. (Tapi) Merapi masih dilihat potensi kubah lava yang belum muncul," kata Hanik, di Yogyakarta, 5 Desember 2020. 
 
Hanik mengungkapkan kedua gunung api itu ketika erupsi memiliki ciri awan panas. Fenomena awan panas akan muncul jika ada kubah lava. Saat ini, kubah lava di puncak Gunung Merapi belum teramati BPPTKG. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walaupun erupsi eksplosif bisa muncul awan panas bila ada perkembangan," ujarnya. 
 
Hanik belum bisa memastikan apakah Gunung Merapi akan berakhir dengan letusan atau menurun statusnya. Gunung Merapi berstatus waspada sejak Mei 2018 hingga 4 November 2020. Status gunung tersebut menjadi siaga pada 5 November 2020 hingga saat ini. 
 
Baca juga: Pria di Tangerang Tusuk Paman Sang Pacar hingga Tewas
 
"Intensitas menurun sedikit, fluktuatif. Fluktuasinya masih tinggi. Kalau akan menurun atau tak jadi erupsi, kami masih menunggu datanya karena potensi erupsi masih ada," lanjut dia.
 
Hanik menegaskan aktivitas Gunung Merapi masih tinggi meski cenderung tak erupsi besar. Ia berharap apabila erupsi, dampaknya bisa ditangani dengan baik. 
 
"Saat ini kalem tapi tinggi. Mudah-mudahan bisa dihadapi bersama-sama Insyaallah akan memberikan manfaat ke kita setelah erupsi terjadi," jelasnya.
 
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso, menambahkan grafik aktivitas vulkanis secara keseluruhan tak menurun. Meskipun, kata dia, tak ada peningkatan tajam. 
 
"Sehingga probabilitas (erupsi) seperti 2010 kecil. Erupsi efusif bisa seperti 2006. Volumenya yang tinggi bisa lebih besar dari 2006. Melihat data pemantauan ini harus dalam periode lebih panjang," ungkap Agus. 

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif