East Java Coruption and Judicial Watch Organitation (ECJWO) saat menunjukkan dokumen penting dugaan mega korupsi di Surabaya. (Medcom.id/Amal)
East Java Coruption and Judicial Watch Organitation (ECJWO) saat menunjukkan dokumen penting dugaan mega korupsi di Surabaya. (Medcom.id/Amal)

Dugaan Korupsi di Surabaya Segera Dilaporkan ke KPK

Nasional kasus korupsi
Amaluddin • 09 Februari 2020 15:58
Surabaya: East Java Coruption and Judicial Watch Organisation (ECJWO) segera melaporkan sejumlah kasus korupsi di Surabaya, Jawa Timur, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan dilakukan lantaran KPK berjanji bakal membongkar kasus korupsi di Jawa Timur.
 
"Permasalahan ini, ECJWO akan melangkah ke KPK, sesuai janji-janji KPK yang siap membongkar kasus korupsi di wilayah Jawa Timur, khususnya di Surabaya," kata Ketua ECJWO, Miko Saleh, di Surabaya, Minggu, 9 Februari 2020.
 
Miko mengaku telah menyiapkan berkas, data, bukti kasus korupsi untuk diserahkab ke KPK di Jakarta. Sebagai janjinya, kata Miki, ECJW siap menjaga Surabaya bersih dari korupsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Miko menyiapkan bukti mega korupsi selama lima tahun, sejak 2015. Dia mengungkap ada empat kasus yang dinilai pelik, dengan kejahatan masif.
 
"Di antaranya kasus masalah tanah eks ganjaran Medokan Semampir Surabaya, tanah Provinsi Jatim yang kini dimiliki oleh perorangan. Kemudian kasus dana hibah 2015 sebesar Rp465 miliar yang disalurkan secara fiktif, selanjutnya kasus YKP yang saat ini lagi marak di pusaran korupsi," urainya.
 
Miko menerangkan kasus tersebut sudah lama terbongkar, namun belum jelas kelanjutannya. Mengingat kasus tersebut perlu dilengkapi legal standing.
 
"Karena yang selama ini menjadikan kesulitan membongkar kasus seperti YKP dan semuanya adalah melengkapi legal standing," ujarnya.
 
Miko menyerahkan sepenuhnya kepada KPK. Miko optimistis KPK bisa mengusut tuntas kasus dugaan korupsi tersebut.
 
"Kami akan melapor dan menyerahkan bukti-bukti ini ke KPK Senin besok. Kami sangat yakin pasti ada tersangka dalam persoalan kasus korupsi ini," tandasnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif