NEWSTICKER
Sekda Papua, Hery Dosinaen, di Papua, Minggu, 15 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin
Sekda Papua, Hery Dosinaen, di Papua, Minggu, 15 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin

Implementasi Pembatasan Pengunjung ke Papua Belum Jelas

Nasional Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 15 Maret 2020 22:12
Jayapura: Implementasi kebijakan pembatasan pembatasan warga negara Indonesia (WNI) dan pelarangan warga negara asing (WNA) berkunjung ke Papua belum juga jelas. Kebijakan ini sedianya diputuskan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua di Jayapura Kamis, 5 Maret 2020, untuk mencegah virus korona (covid-19).
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen, mengaku Pemerintah Provinsi Papua telah menindaklanjuti hasil rapat Forkopimda. Surat instruksi gubernur sudah dibuat.
 
“Tinggal di distribusikan ke kabupaten/kota dan instansi lainnya. Nanti di cek di Biro Hukum Papua,” kata Hery di Jayapura Minggu, 15 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, pembatasan WNI dan pelarangan WNA berkunjung ke Papua untuk pengetatan pengawasan bandara maupun pelabuhan. Kedua lokasi ini menjadi pintu masuk orang dari luar masuk ke Papua.
 
“Artinya yang bertugas harus benar-benar selektif menerapkan ini. Misalnya di bandara (harus ada) pemeriksaan bagi setiap penumpang, baik WNA maupun WNI,” ujar dia.
 
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura Aloysius Giyai telah meminta pihak karantina, imigrasi, dan instansi terkait untuk perketat pemeriksaan di bandara, pelabuhan, dan pintu perbatasan negara. Dia ingin bukan cuma suhu badan saja yang diperiksa.
 
“Tetapi lebih dari itu,” kata Giyai.
 
Implementasi Pembatasan Pengunjung ke Papua Belum Jelas
Grafis Medcom.id
 
Baca: Jokowi: Saatnya Kerja, Belajar, dan Ibadah di Rumah
 
Giyai menyatakan sejumlah alat pemantau kondisi kesehatan penumpang telah terpasang di Bandara Internasional Sentani dan Bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak. Namun, alat pemantau belum tersedia di pelabuhan.
 
“Kami sudah minta agar pihak karantina bisa lakukan pemgawasan secara selektif,” ujar dia.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif