Dua siswa belajar bersama dengan penerangan lilin saat terjadi padam listrik di Kota Kupang, NTT, Sabtu (18/4/2020). Foto: Antara/Kornelis Kaha
Dua siswa belajar bersama dengan penerangan lilin saat terjadi padam listrik di Kota Kupang, NTT, Sabtu (18/4/2020). Foto: Antara/Kornelis Kaha

Wagub Banten Berharap Akses Listrik di Wilayahnya Merata

Nasional listrik
Antara • 07 Agustus 2020 12:42
Jakarta: Banten masih mengalami krisis akses listrik. Walaupun tak jauh dari ibu kota Jakarta, listrik tak mengalir merata di sana.
 
Salah satu daerah yang hingga saat ini masih membutuhkan pemerataan listrik adalah di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten. Di pulau ini, listrik menyala paling lama lima jam. Sisanya, gelap gulita.
 
"Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat terhadap ketersediaan listrik bagi semua warga," kata Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, Jumat, 7 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andika Hazrumy menyatakan persoalan akses listrik di Pulau Tunda sudah disampaikan ke instansi terkait, yakni Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Banten.
 
Dia juga sudah meminta informasi lengkap terkait ketersediaan listrik kepada kepala Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. "Tinggal bagaimana nanti dikoordinasikan agar dapat menuntaskan persoalan ini. Agar semua warga Banten dapat menikmati listrik secara merata," ujar dia.
 
Kepala Desa Wargasara, Hasim, mengatakan masyarakat di Pulau Tunda selama ini belum bisa menikmati listrik selama 24 jam. Saat ini penduduk hanya mengandalkan listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Namun, listrik hanya dinikmati sekitar lima jam, yakni pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
 
Untuk penerangan lampu dari malam hingga pagi, rumah-rumah warga di pulau berpenduduk sekitar 1.000 orang ini bergantung pada listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pembangkit ini hanya bertenaga 25 kilovolt ampere (kVA) atau hanya bisa menyediakan arus listrik selama dua hingga tiga jam untuk sekitar 300 rumah, termasuk fasilitas umum.
 
Baca: Pemerintah Diminta Percepat Pemerataan Tenaga Listrik
 
Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Sartono meminta pemerintah mempercepat pemerataan tenaga listrik. Sudah hampir 75 tahun Indonesia merdeka, masyarakat Indonesia masih belum semuanya dapat menikmati listrik.
 
"Kita sudah 75 tahun merdeka. Tapi, masih ada daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang belum teraliri listrik. Jika mengalami kendala, kami siap mendukung untuk percepatan," ujar Anggota Komisi VII DPR Sartono, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Menurutnya, kebutuhan listrik semakin mendesak dengan datangnya pandemi covid-19. Wabah memaksa banyak karyawan harus bekerja dari rumah. Anak-anak pun harus belajar dari rumah. Dan itu membutuhkan pasokan listrik yang memadai, terutama untuk kebutuhan internet sebagai penunjang pembelajaran dari rumah.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif