ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Tim Investigasi Belum Bisa Menembus TKP Pembunuhan Pendeta

Nasional penembakan kelompok bersenjata di papua
Roylinus Ratumakin • 25 September 2020 01:03
Jayapura: Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw, mengatakan tim investigasi yang dipimpin Wakapolda Papua, Brigjen Mathius Fakhiri, belum bisa mencapai Tempat Kejadian Perkara (TKP) kematian pendeta Yeremias Zananbani.
 
Waterpauw mengatakan TKP yang berada di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, belum kondusif.
 
"Sampai saat ini tim investigasi belum bisa masuk ke kampung Hitadipa karena di kampung tersebut masih terlalu rawan,” kata Waterpauw, Kamis, 24 September 2020 di Mapolda Papua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Bupati Intan Jaya Yakin KKB Mendalangi Semua Aksi Penembakan
 
Dia menjelaskan kerawanan tersebut dihimpit oleh bukit-bukti dan hanya satu akses atau satu jalan masuk ke kampung tersebut dari Sugapa, ibukota Intan Jayapura.
 
"Saat ini ada sekitar 5 hingga 6 Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sudah menguasai kampung tersebut dan mereka berada di antara perbukitan tersebut. Ini agak susah bagi kami untuk mencapai TKP karena keberadaan mereka (KKB)," jelasnya.
 
Untuk itu Waterpauw berharap ada dukungan dari Satuan Tugas (Satgas) yang sudah berada di wilayah Sugapa dalam membantu pihaknya mencapai TKP tersebut.
 
"Kami juga sedang menyusun kekuatan guna menambah personil dan memperkuat kesatuan di Sugapa. Kami berharap, dapat secepatnya untuk masuk ke kampung Hitadipa guna melakukan olah TKP," jelasnya.
 
Menurutnya olah TKP cukup penting guna membuktikan siapa pelaku sebenarnya penembakan yang menewaskan pendeta Yeremias Zananbani.
Waterpauw mengaku pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dan hal tersebut harus dilengkapi dengan bukti-bukti dari TKP.
 
"Kami harus membuktikan posisi jatuh korban apakah benar di sekitar itu, ataukah di tempat lain. Orang banyak mengatakan pendeta meninggal di kandang babi. Nah, ini harus dibuktikan, kandang babi dimana yang dimaksud? ini harus melalui prosesi olah TKP yang benar," bebernya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif