Jadi Korban Pemerkosaan Hingga Hamil, Seorang Bocah 12 Tahun di Banyumas Dikeluarkan dari Sekolah. Foto: Metro TV
Jadi Korban Pemerkosaan Hingga Hamil, Seorang Bocah 12 Tahun di Banyumas Dikeluarkan dari Sekolah. Foto: Metro TV

Jadi Korban Pemerkosaan Hingga Hamil, Seorang Bocah 12 Tahun di Banyumas Dikeluarkan dari Sekolah

MetroTV • 20 Januari 2023 17:40
Banyumas: Seorang bocah perempuan berinisial AZ,12, warga Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah jadi korrban pemerkosaan hingga hamil dikeluarkan dari sekolahnya. Korban merupakan siswi sekolah menengah pertama (SMP). 
 
Ayah korban, Nasim, mengatakan dirinya dipanggil pihak sekolah untuk menandatangani surat pernyataan pengunduran diri dari sekolah.
 
"Keluaran dari sekolah supaya bikin pernyataan mengundurkan diri maksudnya mutasi, ya mungkin pihak dari sekolahan maksudnya malu apa gimana saya kan gatau," ujar Ayah Korban, Nasim, dikutip dalam Program Metro Siang, Metro TV, Jumat, 20 Januari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus tersebut terungkap saat orangtua korban curiga, anak perempuannya tidak menstruasi. 
 
Korban saat ditanya mengaku telah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan delapan orang pria yang merupakan tetangganya sendiri. Kemudian keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
 
Pihak kepolisian telah menangkap sebanyak lima orang pelaku, empat orang pelaku diantaranya merupakan lansia.
 
"Ya kami telah mengamankan satu tersangka berinisial Y (27), berbeda dengan keempat pelaku lainnya yang berumur rata-rata di umur 60, 69, 70, 68," ujar Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi.
 
Baca: Anak TK di Mojokerto Sudah 5 Kali Diperkosa oleh Pelaku Sesama Anak

Kompol Agus Supriadi mengatakan, kasus pemerkosaan tersebut dilakukan masing-masing pelaku di tempat dan waktu berbeda.
 
"Jadi kasus ini masing-masing pelaku ini sendiri-sendiri, artinya melakukan persetubuhan itu secara sendiri-sendiri dan tidak bersama, posisinya dan waktunya berbeda-beda," katanya.
 
Berdasarkan pemeriksaan sementara, modus para pelaku merayu korban dengan diiming-imingi sejumlah uang. Atas perbuatannya tersebut, para pelaku dijerat pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.
 
(Sri Dewi Larasati).

 
(WAN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif