Mariana Siksa Bayi J untuk Peras Mantan Pasangannya
Mariana Dangu di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Senin, 31 Juli 2017. (Metrotvnews.com/Raiza Andini)
medcom.id, Denpasar: Mariana Dangu, 30, tega menyiksa, J, anak kandungnya, saat masih berusia tujuh bulan. Dia juga merekam aneka kejadian penyiksaan yang dilakukan pada bayi J.

Video itu lantas dikirimkan ke ayah biologis JD, Otmar Daniel Adelsberger, yang tinggal di Austria. "Dia melakukan itu untuk alat memeras," ungkap Direktur Kriminal Umum Polda Bali Kombes Sang Made Mahendra Jaya di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Senin, 31 Juli 2017.

Baca: Ayah Bayi J Sempat Mengirimkan Uang ke Yayasan


Mahendra menjelaskan penyiksaan peristiwa itu berlangsung pada Maret 2017 di sebuah kamar kos, di Jalan Drupadi, Seminyak. Saat itu bayi J berusia tujuh bulan.

Penyiksaan bayi hasil perkawinan silang Indonesia-Austria itu bukan hanya sekali. Dia sengaja menyiksa lantaran kesal tidak diberi nafkah oleh Otmar.

"Agar pria tersebut memberi sejumlah uang, dia melakukan itu," tutur Mahendra. Polisi mendapatkan tiga video rekaman penyiksaan bayi J.

Saat ini polisi tengah mendalami kasus ini. Lima saksi seperti pemilk kos, Dinas Sosial dan Yayasan Metta Mama & Maggha telah dimintai keterangan.

Kasus penyiksaan bayi J bermulai dari beredarnya dua video di Facebook. Video pertama berdurasi 34 detik menampilkan bayi J menangis sambil meronta-ronta karena dicubit dan dipukul oleh Mariana.

Baca: Dinsos Bali Tolak Permintaan P2TP2A Agar Bayi JD Dikembalikan ke Ibunya

Pada video kedua, terlihat bayi J diseret ke kamar mandi oleh ibu kandungnya. Mariana mengguyurkan air berkali-kali. Dia juga menyiramkan sabun cuci piring ke kepala dan tubuh bayi mungil itu.

Bayi J tak henti-hentinya menangis. Dalam video itu juga terdengar suara Mariana mengatakan, "This is drama (ini drama)!"



(SAN)