Kepala Sekolah Mts Unggulan Ibnu Husain Surabaya, Jawa Timur, Muhammad Jailani. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)
Kepala Sekolah Mts Unggulan Ibnu Husain Surabaya, Jawa Timur, Muhammad Jailani. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)

MTs Ibnu Husain Surabaya Utamakan Pendidikan Akhlak

Nasional Kekerasan di Sekolah
Syaikhul Hadi • 10 September 2019 18:03
Surabaya: Kepala Sekolah Mts Unggulan Ibnu Husain Surabaya, Jawa Timur, Muhammad Jailani, mengaku prihatin dengan perilaku nakal siswa yang terjadi belakangan ini.
 
Bagi dia, menangani siswa yang tengah mengalami fase kenakalan remaja tak cukup hanya dengan akademik. Perlu pendidikan akhlak agar mereka mampu menyelesaikan persoalan tanpa harus dengan kekerasan.
 
"Memiliki akhlak yang baik jauh lebih sulit daripada sekadar jadi anak pintar. Itulah mengapa beban dan tanggung jawab seorang guru menjadi berat," ujarnya, Selasa, 10 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menanggapi kekerasan di sekolah yang terjadi baru-baru ini, Jailani menyebut hal itu pasti dilatarbelakangi suatu hal. Namun terlepas dari itu saling menghormati antara orang tua, siswa, dan sekolah dinilai penting agar setiap masalah bisa diselesaikan dengan bijak.
 
"Setinggi apa pun jabatan orang tua jika dia hormat pada guru, permasalahan bisa selesai tanpa penganiayaan. Adanya masalah karena komunikasi yang tidak bagus," katanya.
 
Untuk mencegah kekerasan terjadi di lingkungan akademik, Jailani mewajibkan setiap wali murid komitmen untuk tunduk pada tata tertib di sekolah. Termasuk ikut menjadi bagian dari 'smart parenting'.
 
"Jadi wali murid tidak hanya menitipkan anaknya dan membayar. Tapi ketika ada apa-apa guru yang disalahkan. Tidak begitu, pendidikan anak tanggung jawab bersama," terang dia.
 
Dalam penerapan smart parenting, wali murid diminta andil memantau perkembangan anak di sekolah juga taat aturan. Salah satu aturan yang diterapkan di sekolah ini adalah siswa tidak diperkenankan membawa ponsel ke sekolah.
 
"Kalau tetap membawa, sekolah akan sita dan tidak dikembalikan. Itu sudah disampaikan ke wali murid supaya tahu aturannya," kata dia.
 
Sekolah, kata Jailani, juga memanfaatkan teknologi untuk menangani kehadiran siswa. Melalui sistem SMS gateway yang telah terkoneksi dengan sekolah, orang tua akan mendapatkan pemberitahuan jika siswa tidak datang ke sekolah.
 
"Sekarang kan sudah zamannya teknologi. Melalui itu kita lebih mudah berkomunikasi dengan orang tua siswa," terangnya.
 
Ia menambahkan, wali murid juga diminta kooperatif dengan sekolah apabila ada panggilan. Hal ini semata untuk memberikan informasi perkembangan pendidikan anak di sekolah. Sinergi komunikasi inilah yang akan mencegah kesalahpahaman yang bisa berujung pada kekerasan.
 
Disamping itu, sekolah meminta kepada orang tua agar segera hadir jika sekolah membutuhkan. Hal itu sebagai bentuk kepedulian orang tua terhadap perkembangan anaknya di sekolah. Sehingga sinergitas komunikasj antara orang tua dan guru disekolah terbangun dengan baik.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif