Petani memanen padi di sawah garapannya di Desa Benelanlor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (13/10/2019). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Petani memanen padi di sawah garapannya di Desa Benelanlor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (13/10/2019). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Menteri Syahrul Akan Buat Komando Strategis Pertanian

Nasional pertanian
Muhammad Syawaluddin • 27 Oktober 2019 18:31
Makassar: Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam 100 hari ke depan menjabat akan membuat Komando Strategis Pengelolaan Pertanian. Hal itu untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan swasembada pangan.
 
Syahrul Yasin Limpo, mengatakan Komando Strategis Pengelolaan Pertanian tersebut adalah langkah awal dalam 100 hari ini, sebagai upaya untuk meningkatkan atau memastikan agar kebutuhan pangan masyarakat Indonesia terpenuhi dengan baik.
 
"Komando Strategi Pengelolaan Pertanian itu menurunkan kendali, titik operasional, dan evaluasi pertanian ditingkat kecamatan," kata Syahrul di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, 27 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syahrul menjelaskan dengan sistem tersebut monitoring dan tindakan terkait kebijakan pemerintah ditingkat nasional lebih mudah untuk dilakukan. Sehingga dengan begitu mulai dari Camat hingga ke Gubernur bahkan menteri bisa melihat atau dideteksi.
 
Menurut Syahrul Balai Pertanian di setiap kecamatan akan dijadikan sebagai Komando Strategis Pengelolaan Pertanian. Semua kekuatan dan semua anggaran akan dipusatkan di BPPC kecamatan.
 
"Saya sudah perintahkan pak sekjen, bahwa semua kekuatan semua anggaran dipusatkan di BPPC kecamatan. Jadi komando strategis, pengendalian dan penyuluhan sekaligus showing window ada di Komando Strategis Pertanian yang ada di kecamatan," jelas Syahrul.
 
Syahrul meminta agar semua BPPC diperbaiki dengan baik. Sehingga monitoring terhadap kinerja penyuluh yang ada disetiap kecamatan di Indonesia bisa dilihat oleh semua, mulai dari Bupati hingga menteri.
 
"Jadi nantinya saya bisa tahu bagaimana kondisi pertanian hingga ke kecamatan," pungkas Syahrul.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif