Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak milik Pertamina yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat. Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak milik Pertamina yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat. Foto: Antara/M Ibnu Chazar

Seknas Jokowi Dukung Penyelidikan Tumpahan Minyak di Karawang

Nasional pertamina
Al Abrar • 16 Agustus 2019 13:37
Jakarta: Seknas Jokowi mendukung kepolisian agar menyelidiki kasus tumpahan minyak dari Sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) milik Pertamina di Teluk Karawang. Penyelidikan jika perlu melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN).
 
"Bukan hanya untuk kasus tumpahan minyak di Teluk Kerawang saja yang perlu diselidiki oleh Polri tapi terhadap peristiwa besar seperti padamnya listrik di setengah pulau Jawa pada 4 Agustus yang lalu dan yang terbaru kebakaran kilang minyak milik Pertamina di Balikpapan. Bahkan kalau perlu penyelidikan itu melibatkan BIN," kata Sekretaris Jenderal, Seknas Jokowi, Dedy Mawardi, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Menurut Dedy, kasus tumpahan minyak, pemadaman listrik, dan kebakaran kilang minyak jangan dianggap sepele. Peristiwa itu merupakan kejadian luar biasa karena terkait dengan aset vital milik negara yang berhubungan dengan kepentingan publik serta negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu dampak tumpahan minyak, padamnya listrik, dan kebakaran kilang menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.
 
Oleh karena itu, Seknas Jokowi mendukung penuh Mabes Polri dan Badan Intelejen Negara (BIN) melakukan penyelidikan terhadap peristiwa yang langsung berkepentingan dengan hajat hidup masyarkat di Teluk Kerawang, pemadaman listrik setengah pulau Jawa dan kebakaran kilang minyak di Balikpapan.
 
"Publik berhak tahu, kenapa dalam jangka waktu yang berdekatan beruntun terjadi peristiwa yang dialami Pertamina dan PLN ? Agar tidak muncul spekulasi liar maka tidak kah sebaiknya Polisi dan BIN turun tangan untuk mengetahui penyebab munculnya peristiwa besar itu," ujar Dedy.
 
Sementara itu, Pertamina Hulu Energi memastikan segera mengganti rugi warga yang terdampak tumpahan minyak akibat anomali di sumur YYA-1 di lepas pantai Karawang, Jawa Barat. Tim penanganan dampak eksternal Pertamina Hulu Energi menargetkan pendataan selesai pekan ini.
 
"Kita harapkan pendataan selesai minggu ini. Minggu depan, bisa menyalurkan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak dari hasil verifikasi," kata Ketua Tim Penanganan Dampak Eksternal Rifkky Effendi kepada Metro TV, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Rifki menyebut hasil pendataaan sudah terkumpul dari 60-70% dari area yang terdampak. Data diverifikasi bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Karawang dan dinas terkait lain. Pihaknya tidak ingin kejadian ini mengganggu pendapatan.
 
Upaya pemulihan tumpahan minyak berupaya penguatan infrastruktur sumur dan menutup sumur bor. Tim sudah menerjunkan 279 personel untuk mendata di tujuh kabupaten/kota di tiga provinsi
 
Wilayah yang didata yaitu Kabupaten Karawang, Bekasi, Kepulauan Seribu, Tanggerang, Kotamadia Serang, Kabupaten Serang dan Kotamadia Cilegon.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif