Ilustrasi kekeringan. Medcom.id/Antonio
Ilustrasi kekeringan. Medcom.id/Antonio

Enam Kecamatan di Lumajang Kekeringan

Nasional kemarau dan kekeringan
Antara • 18 Agustus 2019 21:32
Lumajang: Pemerintah Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur mendistribusikan 120.000 liter air bersih di enam kecamatan terdampak kekeringan. Enam kecamatan yang terdampak kekeringan yakni Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Randuagung, Padang, dan Gucialit.
 
"Musim kemarau yang berdampak kekeringan telah berlangsung selama beberapa pekan ini dan warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih," kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang M Wawan Hadi Siswoyo di Lumajang, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 18 agustus 2019.
 
BPBD Lumajang setiap hari mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Air bersih sebanyak 120.000 liter didistribusikan setiap hari ke 24 titik di wilayah kabupaten Lumajang yang terkena dampak kekeringan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami terus berupaya untuk menyalurkan air bersih sebanyak 120.000 liter per hari" katanya.
 
Pihaknya telah memberikan hak pinjam pakai sebanyak empat unit truk tangki air bersih kepada Pemerintah Desa Kedawung, Wates Kulon, Wates Wetan, dan Penawungan untuk menyalurkan air bersih di desanya masing-masing.
 
"Sejak tahun 2017, Pemkab Lumajang telah melakukan MoU dengan PT Mustika Tama Group dan Badan Kerja sama Antar Gereja (BKSAG), agar membantu memfasilitasi proses penyaluran air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih," ujarnya.
 
Wawan berharap masyarakat dapat menggunakan air dengan bijak dan mengimbau agar masyarakat membuat penampungan air hujan di sekitaran pekarangan rumah saat musim hujan tiba.
 
Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2019. Sementara, puncak musim hujan diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia awal 2020.
 
"Seharusnya musim hujan dimulai pada Oktober 2019, namun tahun ini dikabarkan musim hujan akan mundur beberapa hari, sekitar 10-30 hari, tergantung pada kondisi perubahan iklim di Indonesia," tuturnya. (Sandra Odilifia)
 


 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif