Polda DIY menunjukkan brang bukti dan tiga pelaku penipuan yang mengatasnamakan PT Gojek, Selasa, 10 Desember 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Polda DIY menunjukkan brang bukti dan tiga pelaku penipuan yang mengatasnamakan PT Gojek, Selasa, 10 Desember 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

41 Orang di DIY Tertipu Perekrutan Ojek Daring

Nasional ojek online
Ahmad Mustaqim • 10 Desember 2019 15:38
Sleman: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap tiga orang yang melakukan penipuan dengan modus operator ojek berbasis aplikasi atau ojek daring. Korban dari ketiganya berjumlah puluhan orang.
 
"Modus penipuan yang dilakukan yakni perekrutan keanggotaan Gojek," kata Direktur Reserse Krimimal Khusus Polda DIY, Komisaris Besar Tony Surya Putra, di Mapolda DIY, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Tony mengatakan tiga orang yang ditangkap yakni berinisial T, 40, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat; MA, 35, warga Cakung, Jakarta Timur; dan A, 22, warga Bantul. Mereka beroperasi seolah-olah sebagai karyawan PT Gojek Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tony menjelaskan ketiganya berbagi peran dalam melakukan penipuan. Ada yang berperan menghubungi nomor calon korban soal kesempatan menjadi driver ojek online melalaui pesan singkat palsu. Nomor telepon tersebut didapat pelaku dari media sosial facebook secara acak.
 
Setelah itu MA berhubungan dengan calon korban melalui gawai dan menawari calon korban masuk keanggotaan Gojek dengan syarat transfer sejumlah uang.
 
"Setiap korbannya dimintai transfer uang dulu sebesar Rp1,8 juta. Setelah uang ditransfer, pelaku tak bisa dihubungi lagi," jelas Tony.
 
Menurut Tony seorang korban bernama Galang Kharisma melapor ke kantor PT Gojek Indonesia soal aplikasi yang dipakai tidak bisa dioperasikan. Galang lantas mendapat penjelasan dirinya belum terdaftar resmi di PT Gojek. Pihak Gojek lantas mengarahkan Galang melaporkan hal itu ke Polda DIY.
 
"Ini hampir sama dengan modus penipuan online yang lain. Apabila korban sudah transfer uang, nomor pelaku tak lagi bisa dihubungi," ungkap Tony.
 
Tony mengatakan polisi mengejar pelaku hingga ke Bogor dan Jakarta. Ketiganya berhasil ditangkap pada awal Desember 2019. Selama menjalankan aksinya, para pelaku telah menipu 41 orang.
 
Dari jumlah itu 38 korban di antaranya telah mentransfer uang Rp1,8 juta setiap orangnya. Uang tersebut telah dibagi, di antaranya T mendapat Rp5 juta, AM dapat Rp17 juta, dan A Rp17 juta.
 
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari para pelaku di antaranya tiga kartu ATM dan satu buku tabungan, sebuah jaket hijau bertulis Gojek, dan empat gawai.
 
"Tiga pelaku kami jerat pidana dengan Pasal 5 ayat 1 junto pasal 35 UU Nomot 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Juga pasal 378 junto pasal 55 KUHP, dengan ancaman kurungan maksimal empat tahun," pungkas Tony.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif