Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Pengangguran di Jatim Berkurang 6.720 Orang

Nasional pengangguran
Amaluddin • 09 November 2019 20:15
Surabaya: Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur mencatat adanya penurunan pengangguran terbuka di Jatim. Ini dibuktikan dengan jumlah angkatan kerja di Jatim pada bulan Agustus 2019 mencapai sekitar 21 juta orang atau naik 199.000 orang dibanding bulan Agustus 2018.
 
"Dari jumlah angkatan kerja itu, sebanyak 20 juta orang di Jatim bekerja, sedangkan sekitar 800 ribu sisanya menganggur. Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 206 ribu orang, dan penganggur berkurang sekitar 6.720 ribu orang," kata Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono saat dikonfirmasi, Sabtu, 9 November 2019.
 
Teguh menjelaskan naiknya angkatan kerja itu karena tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Jatim juga meningkat. TPAK pada Agustus 2019 tercatat sebesar 69,45 persen atau meningkat 0,07 persen poin dibanding setahun yang lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah kenaikan TPAK ini memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan tenaga kerja," jelas Teguh.
 
Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan pada Agustus 2019, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain. Yaitu sebesar 8,65 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,07 persen.
 
"Artinya, masih terjadi permasalahan titik temu antara tawaran tenaga kerja lulusan SMK/ SMA di Jatim dengan tenaga kerja yang diminta di pasar kerja," ujar Teguh.
 
Sebaliknya, kata Teguh, TPT terendah terdapat pada pendidikan SD ke bawah sebesar 1,54 persen. Itu karena penduduk dengan pendidikan rendah cenderung menerima tawaran pekerjaan dalam bidang apapun. Dibandingkan Agustus 2018, TPT lulusan SMA mengalami kenaikan sebesar 0,76 persen poin, sedangkan untuk tingkat pendidikan yang lain mengalami penurunan.
 
Dilihat dari penyerapan tenaga kerja di Jatim hingga Agustus 2019 masih didominasi oleh penduduk berpendidikan SD ke bawah, yakni sebanyak 9,25 juta orang atau 44,79 persen. Kemudian diikuti tamatan SMP sebanyak 3,78 juta orang atau 18,31 persen, SMA sebanyak 3,07 juta orang atau 14,84 persen, dan SMK sebanyak 2,38 juta orang atau 11,54 persen.
 
"Penduduk bekerja berpendidikan tinggi (Diploma ke atas) ada sebanyak 2,17 juta orang atau 10,51 persen, mencakup 0,37 juta orang pekerja berpendidikan Diploma dan 1,80 juta pekerja berpendidikan Universitas," pungkas Teguh.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif