Suasana perayaan natal di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo, Langsep, Kota Malang, Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)
Suasana perayaan natal di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo, Langsep, Kota Malang, Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)

Syi'ir Tanpo Waton Meriahkan Natal di Malang

Nasional natal dan tahun baru
Daviq Umar Al Faruq • 26 Desember 2019 08:04
Malang: Perayaan natal di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo, Langsep, Kota Malang, Jawa Timur, hari ini, Rabu, 25 Desember 2019, cukup berbeda. Kemeriahan natal kali ini diisi dengan lantunan syi'ir tanpo waton saat ibadah berlangsung.
 
Syi'ir atau dalam bahasa Indonesia disebut syair dikumandangkan oleh delapan anggota komunitas Gusdurian. Di akhir misa, turut ditampilkan tarian sufi.
 
Ketua Panitia Natal, Kristien Yuliarti, menyebut kehadiran umat muslim sesuai dengan tema natal tahun ini, yakni 'Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebuah kebanggan dan kebahagiaan dari kami kedatangan teman-teman Gusdurian Malang dan Gubug Sufi Jabung," katanya, Rabu, 25 Desember 2019.
 
"Pesan damai untuk kerukunan umat beragama agar saling mengenal satu sama lain. Nanti gantian, ketika lebaran, kami yang akan datangi teman-teman muslim," lanjut dia.
 
Ketua Gubug Sufi Jabung, Muhammad El-Muqtadir menambahkan, tampilan tarian sufi disajikan kepada para jemaah untuk menggambarkan keindahan. Mulai dari sisi kemanusiaan serta menunjukkan kasih di setiap agama.
 
"Tari sufi menggambarkan wujud cinta kepada umat manusia dan tak terbatas oleh waktu," ungkapnya.
 
Sementara itu, perwakilan Gusdurian Malang, Kurniawan Eko Supeno, menuturkan, kehadiran mereka pada misa natal silaturahmi persaudaraan. Dia menjelaskan Syi'ir Tanpo Waton merupakan kalimat puji-pujian kepada Tuhan.
 
"Dan rebana, kidung, itu merupakan produk kebudayaan," pungkasnya.
 
Syi'ir tanpo waton (tidak asal-asalan) merupakan syi'ir yang sarat makna karya KH Moh Nizam As-Sofa atau Gus Nizam, pengasuh Pondok Pesantren Ahlus Shofa wal Wafa, Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Syi'ir ini kerap disebut sebagai Syi'ir Gus Dur.
 
Sedangkan, tarian sufi biasa dikenal sebagai Whirling Dervishes (darwis-darwis yang berputar) atau tarian sema (mendengar). Tarian ini juga dianggap sebagai bagian dari meditasi diri dan meditasi erat kaitannya dengan ajaran sufistik islam.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif