Kantor Kepala Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Kantor Kepala Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Kades di Kulon Progo Korupsi Dana Desa Rp1,1 Miliar

Nasional kasus korupsi dana desa
Ahmad Mustaqim • 04 Desember 2019 14:40
Kulon Progo: Kepala Desa (Kades) Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, HS, 55, ditahan kejaksaan diduga korupsi dana desa. HS ditahan bersama bendahara desa, SM, 60, yang juga diduga terlibat rasuah. Keduanya telah berstatus tersangka.
 
"Kedua tersangka sudah ditahan per kemarin," kata Kepala Kejaksaan Negeri Wates, Kabupaten Kulon Progo, Widagdo Mulyono Petrus di Kulon Progo, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Widagdo menerangkan keduanya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta. Penahanan dilakukan pada Selasa, 3 Desember 2019. Upaya penahanan ditempuh untuk mengantisipasi tersangka menghilangkan atau merusak barang bukti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus yang menjerat HS dan SM berkait dugaan korupsi anggaran dana desa Banguncipto dari APBN, APBDes, serta bantuan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Dalam kurun 2014 hingga 2018, perkiraan anggaran yang diduga dikorupsi sebesar Rp1,150 miliar.
 
Widagdo menyatakan kasus mencuat dari laporan warga pada medio November lalu. Pihak kejaksaan telah memeriksa sekira 50 saksi.
 
Hasil sementara keterangan saksi, diduga ada dana yang mengalir ke dua tersangka tersebut. Kasus telah masuk tahap penyidikan.
 
Modus korupsi yang digunakan dengan merekayasa laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan surat pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan dana desa setempat. Ada program pembangunan fisik dan non fisik termaktub dalam laporan.
 
"Diduga kedua tersangka telah menilap sebagian sejak 2014. Kerugian negaranya mencapai Rp1,150 miliar," kata dia.
 
Inspektorat Daerah (Irda) Kulon Progo menguatkan dengan temuan dugaan maladministrasi laporan. Lembaga internal Pemkab Kulon Progo itu telah intens memantau laporan Desa Banguncipto.
 
Kepala Irda Kulon Progo, Riyadi Sunarto, menjelaskan, ada penyampaian laporan tak beres yang disampaikan pemerintah Desa Banguncipto. Laporan terkait administrasi keuangan. Hanya saja, Riyadi enggan merinci.
 
"Sejak 2015 sampai 2018 memang sudah ada temuan dan telah kami ditindaklanjuti. Maksimal 60 hari setelah ada penemuan itu muncul saran dan rekomendasi," kata dia.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif