Penggeledahan di ruang Kades Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo oleh Kejari Wates. medcom.id/Ahmad Mustaqim
Penggeledahan di ruang Kades Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo oleh Kejari Wates. medcom.id/Ahmad Mustaqim

Kejari Kulon Progo Geledah Kantor Desa Banguncipto

Nasional kasus korupsi dana desa
Ahmad Mustaqim • 04 Desember 2019 18:11
Kulon Progo: Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menggeledah kantor Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Rabu sore, 4 Desember 2019. Penggeledahan sebagai pengembangan dugaan kasus korupsi Kepala Desa Banguncipto, HS dan Bendahara, SM, yang nilai kerugiannya ditaksir Rp1,1 miliar.
 
Petugas yang berjumlah enam orang itu sebagian mengenakan rompi bertulis 'Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi'. Mereka memeriksa sejumlah ruangan. Dua ruangan di antara tempat bendahara dan kedes dijebol paksa oleh pegawai desa setempat.
 
"Kami dari tim penyidik kejari kulon Progo menggeledah di kantor pemerintah Desa Banguncipto. Kami menggeledah dokumen terkait penggunaan APBDes," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Wates, Noviana Permanasari di sela penggeledahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novia menerangkan, pihaknya mencari berkas dokumen soal penggunaan dana Desa Banguncipto. Dana desa itu baik berasal dari ADD Kabupaten Kulon Progo, APBN, pendapatan asli desa (PAD), hingga pihak ketiga.
 
Ia menyatakan, pihaknya menyita dokumen laporan pertanggungjawaban dari 2014 hingga 2018. Selain itu, juga menyita dokumen APBDes murni maupun perubahan 2014-2018.
 
Namun, Novia mengaku tak menemukan berkas surat permintaan pembayaran (SPP) dan standar pelayanan minimal (SPM). Dokumen SPP dan SPM itu ada beberapa tahun 2018. Sementara, 2014-2017 tidak ditemukan.
 
"Kami tak menemukan SPM di ruang bendahara. Harusnya SPP dan SPM (ada) di ruang bendahara karena pencairan (dana) lewat bendahara," ujarnya.
 
Ia menyatakan seluruh dokumen temuan hasil penggeledahan lebih dari dua jam itu akan disortir. Penyortiran difokuskan pada dokumen yang berkaitan dengan dugaan korupsi dana desa.
 
Sekretaris Desa Banguncipto, Syaiful Anwar menambahkan, ada empat ruangan yang digeledah pihak kejaksaan. Ada ruang kepala desa, bendahara, serta ruang kepala seksi dan kepala urusan. Syaiful menyatakan dokumen-dokumen yang dicari berkaitan dengan penggunaan dana Desa Banguncipto.
 
Meski kades dan bendahara ditahan, pelayanan di Desa Banguncipto tetap berjalan normal. Namun, ia belum bisa memastikan kondisi apabila ada warga yang meminta tanda tangan kades.
 
"Posisi saya masih Sekdes. Masih menunggu sikap Pemkab (Kulon Progo) apakah, kapan, akan jadi PLT harian kades," ujarnya.
 
Sebagai informasi, Kades Banguncipto HS akan berakhir masa jabatannya pada Januari 2020. Ia sudah menjabat sejak 2014.
 
HS bersama bendahara Desa Banguncipto, SM, kini ditahan Kejari Wates. Keduanya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta sejak Selasa, 3 Desember 2019.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif