NEWSTICKER
 Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang sepi dari aktivitas pengunjung. (MI/Depi Gunawan)
Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang sepi dari aktivitas pengunjung. (MI/Depi Gunawan)

Kunjungan Wisatawan Menurun Imbas Erupsi Tangkuban Parahu

Nasional erupsi gunung
Depi Gunawan • 09 Agustus 2019 15:25
Lembang: Erupsi Gunung Tangkuban Parahu berdampak ke lokasi wisata di sekitarnya. Penurunan pengunjung mencapai 90 persen terjadi di sejumlah lokasi wisata sekitar Cikole, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.
 
General Manager Terminal Wisata Grafika Cikole, Sapto Wahyudi, menyatakan penurunan kunjungan terjadi sejak dua pekan lalu. Tepatnya saat Gunung Tangkuban Parahu erupsi pada 26 Juli.
 
"Kunjungan wisata di Grafika sangat terdampak, baik pengunjung yang menginap, tamu restoran, maupun yang beraktivitas outbond. Sempat membaik pada pekan lalu, kini jumlah pengunjung kembali turun hingga 90 persen," kata Sapto, Jumat, 9 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebutkan saat hari kerja, 200 orang berkunjung ke Grafika. Kemudian pada akhir pekan jumlahnya mencapai 1.000 orang.
 
"Hari Sabtu atau Minggu biasanya sangat ramai, tetapi akhir pekan ini baru 100 orang yang rencananya akan berkunjung ke Grafika," tuturnya.
 
Sapto menerangkan jarak antara Gunung Tangkuban Parahu dengan Grafika Cikole cukup jauh. Dia memastikan Grafika Cikole tetap aman dikunjungi.
 
Administratur Perhutani Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara, Komarudin, mengaku pengunjung objek wisata lahan Perhutani mengalami penurunan drastis.
 
Selain Terminal Wisata Grafika Cikole, tempat wisata di lahan Perhutani lainnya ialah Orchid Forest, Wisata Hutan Pinus Pal 16, dan Cikole Jayagiri Resort.
 
"Gunung Tangkuban Parahu sempat kembali normal dan dibuka, kami cukup lega karena kunjungan wisatawan ke objek wisata yang bekerja sama dengan Perhutani kembali ramai," ungkapnya.
 
Dia menyatakan, empat objek wisata yang dikerjasamakan dengan Perhutani sampai saat ini tetap beroperasi. Seiring kenaikan status Tangkuban Parahu, pihaknya sudah menambah personel Polhut dan Polter sebanyak 30 orang.
 
Komarudin menuturkan puluhan petugas Perhutani ditugaskan member edukasi ke pengunjung. Lantaran keempat tempat wisata tersebut berada tak jauh dari Tangkuban Parahu.
 
"Di sana kan ada aktivitas ekonomi dan kadang pengunjung tetap ingin datang. Makanya, kami berikan edukasi, kalau mereka mau masuk harus waspada kalau ada kemungkinan terburuk, sehingga mau dievakuasi dan tahu jalur evakuasinya ke mana," ujarnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif