Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Jalan Cenderawasih Timika. (Foto: ANTARA/Evarianus Supar)
Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Jalan Cenderawasih Timika. (Foto: ANTARA/Evarianus Supar)

Kantor Pajak Timika Buka Kembali Layanan Tatap Muka

Nasional pajak Virus Korona Protokol Covid-19
Antara • 23 Oktober 2020 08:55
Timika: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika, Papua, membuka kembali layanan tatap muka setelah sempat ditutup sementara selama 14 hari lantaran ada staf yang terpapar covid-19.
 
Kepala KPP Pratama Timika Tirta Bastoni mengatakan, layanan tatap muka telah dibuka sejak Senin, 19 Oktober 2020.
 
Sebelumnya, para staf dan pegawai KPP Pratama Timika bekerja dari rumah selama 14 hari sejak 29 September sesuai rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinkes Mimika sehubungan dengan hasil pemeriksaan swab salah satu pegawai terkonfirmasi positif covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejak Senin lalu pelayanan tatap muka di KPP Pratama Timika sudah dibuka kembali," kata Tirta, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Sementara itu hingga akhir September 2020 total penerimaan pajak yang dikumpulkan KPP Pratama Timika telah terealisasi sebesar Rp2,41 triliun rupiah.
 
Baca juga:Depok Data Faskes Tempat Vaksinasi Covid-19
 
"Pemenuhan pembayaran pajak yang telah dilakukan merupakan bentuk kepedulian kita bersama membantu pemerintah, wujud dari gotong-royong masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi covid-19, baik dampak kesehatan, ekonomi maupun dampak sosial," ujarnya.
 
Selain KPP Pratama Timika, beberapa instansi lain yang juga terpaksa menutup sementara layanan tatap muka dan aktivitasnya seperti Pengadilan Negeri Timika dan Badan pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mimika.
 
BPN Kabupaten Mimika menutup aktivitas pelayanannya kepada masyarakat yang akan mengurus sertifikat tanah sejak Senin, 12 Oktober 2020, dan baru akan dibuka kembali pada 27 Oktober mendatang.
 
Kepala BPN Kabupaten Mimika Pantoan Tambunan mengatakan empat stafnya terkonfirmasi positif terpapar covid-19. Tiga orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh, sementara satu orang lainnya masih harus memperpanjang masa isolasi.
 
"Sebetulnya yang ditutup hanya pelayanan loket. Kami bersama staf tetap menyelesaikan tunggakan-tunggakan pekerjaan kantor," imbuh Tambunan.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif