Khosikin merangkai sepeda motor roda tiga untuk difabel
Khosikin merangkai sepeda motor roda tiga untuk difabel

Khosikin, Difabel Pemodifikasi Motor Roda Tiga

Nasional sosok Sosok Inspiratif
Rhobi Shani • 23 Oktober 2020 15:00
Jepara: Duduk bersila Khosikin menyiapkan mesin pemotong besi. Sesekali mesin pomotong besi dinyalakan. Setelah mesin berfungsi sempurna, Khosikin jalan tertatih menuju sepeda motor yang akan dimodifikasi menjadi sepeda roda tiga.
 
Besi kerangka motor mulai dipotong-potong. Potongan besi yang lain disiapkan untuk disambung dengan kerangka motor.
 
Untuk melindungi mata diri percikan api saat memotong besi, Khosikin memakai kaca mata hitam. Kedua tangan Khosikin yang tak memiliki jari sempurna dibiarkan telanjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khosikin, warga RT03 RW02 Desa Lebak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, salah satu tunadaksa yang tidak pantang menyerah begitu saja dengan kondisi tubuhnya. Meski kedua kaki dang tangannya tak sempurna, Khosikin terus berkarya.
 
"Ini mau buat sepeda motor roda tiga. Tapi kalau ada yang pesan tambahan tempat duduk di samping ya, saya bisa. Tergantung pesanan mau model seperti apa,” ujar Khosikin di sela-sela memotong besi kerangka sepeda motor, pada Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Baca:Limbah Medis Berserakan di Stadion Bayuangga Probolinggo
 
Khosikin merupakan tunadaksa pemilik bengkel modifikasi sepeda motor. Ia memulai usaha modifikasi setelah terjatuh dari sepeda motor hingga patah tulang. Peristiwa itu trauma naik sepeda motor.
 
“Suatu ketika saya ketemu dengan komunitas Vespa. Saya melihat ada yang memodifikasi vespa menjadi roda tiga. Dari itu muncul keinginan membuat motor roda tiga meniru mereka,” kata Khosikin usai memotong besi yang akan dirangkai.
 
Khosikin belajar memodifikasi sepeda motor secara autodidak. Peralatan membengkel yang digunakan sederhana. Setelah mencoba beberapa kali, Khosikin dapat memodifikasi sede motor roda dua menjadi roda tiga.
 
“Untuk memodifikasi butuh biaya sekitar Rp3,5 juta sampai Rp7 juta untuk belanja bahan,” kata Khosikin.
 
Sejak tiga tahun lalu Khosikin mulai merintis bengkel modifikasi sepeda motor. Mulanya, Khosikin bekerja sendiri. Sejak banyaknya pesanan, dia muali dibantu saudaranya untuk menyelesaikan pesanan.
 
“Sejak awal buka, sudah ada 13 sepeda motor yang dimodifikasi. Satu sepeda motor (pengerjaannya) bisa sampai sebulan lebih,” ujar Khosikin.
 
Khosikin tidak pernah menetapkan tarif pembuatan sepeda motor modifikasi. Dia menerima berapapun bayaran yang diberikan oleh pemesan.
 
“Dari awal niatnya memang membantu. Jadi tidak pernah menetapkan tarif. Bisa membantu teman-teman sesama difabel supaya bisa naik motor, saya sudah sangat senang,” kata Khosikin.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif