Disdikbud Tangsel Harap Zonasi Ditinjau Kembali

Farhan Dwitama 13 Juli 2018 10:58 WIB
pendidikan
Disdikbud Tangsel Harap Zonasi Ditinjau Kembali
Orang tua calon siswa sedang membaca informasi pendafataran peserta didik baru (PPDB) Online SMA/SMK, Kamis, 21 Juni 2018. Medcom.id/Farhan Dwitama
Tangerang: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tangerang Selatan, Banten, berharap aturan zonasi sekolah sebagai alat seleksi calon peserta didik baru pada proses Penerimaan peserta didik baru (PPDB) online dihapus.

Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Tangerang Selatan, Muslim Nur melontarkan hal ini usai melihat kekusutan PPDB online sejak awal proses pendaftaran tanggal 4 Juli 2018 kemarin.

"Di Permendikbud harusnya seleksi zonasi dihapus saja, tapi ketentuan zonasi jangan dihapus. Zonasi bisa diatur di ketentuan umum saja," kata Kepala bidang SMP kota Tangerang Selatan, Muslim Nur, Jumat, 13 Juli 2018.


Kekacauan proses PPDB online di Tangsel ini lantaran sistem zonasi dijadikan sebagai alat seleksi. Zonasi yang jadi alat seleksi kerap membuat ricuh di masyarakat.

"Memang aturan ini benar tapi harus disesuaikan," kata dia.

Pada awal pelaksanaan PPDB online di tahun 2017 kemarin, aturan zonasi ditetapkan berbasis kecamatan. Karena dinilai kusut, tahun ini zonasi ditetapkan berbasis kelurahan.

"Nyatanya sama saja, memang ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mau tingkat RT/RW pun bisa jadi sama. Tujuannya (zonasi) baik, agar masyarakat setempat bisa bersekolah," katanya.



(SUR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id