Warga menggunakan rakit penyeberangan saat melintasi banjir luapan Sungai Pohara di Desa Andadowi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6/2019). ANTARA FOTO/Jojon.
Warga menggunakan rakit penyeberangan saat melintasi banjir luapan Sungai Pohara di Desa Andadowi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6/2019). ANTARA FOTO/Jojon.

Dinkes Mulai Kirim Medis dan Obat ke Konawe Utara

Nasional bencana banjir
Antara • 11 Juni 2019 17:29
Kendari: Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menurunkan tim medis dan bantuan obat-obatan di Kabupaten Konawe Utara untuk membantu masyarakat korban banjir.
 
Kepala Dinas Kesehatan Sultra Zuhuddin Kasim mengatakan pendistribusian obat-obatan dan tim medis mulai dilakukan hari ini dan rencananya akan langsung menuju posko utama yang ada di Kabupaten Konawe Utara.
 
"Hari ini tim kami menuju Konawe Utara dimana terdapat beberapa desa yang terkena banjir dengan membawa obat-obatan untuk diserahkan di posko utama," kata Zuhuddin di Kendari, Selasa, 11 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zuhuddin menjelaskan selain melakukan pendistribusian, pihaknya juga akan melakukan pemantauan kesehatan di setiap tenda pengungsian yang ada. Hal itu akan dilakukan bersama-sama tim kesehatan yang ada di Konawe Utara untuk mengetahui keluhan kesehatan masyarakat korban banjir.
 
"Selain melakukan pendistribusian obat-obatan pihaknya bekerja sama dengan tim medis setempat akan melakukan pemantauan kesehatan di setiap tenda pengungsian," jelas Zuhuddin.
 
Zuhuddin kembali mengatakan untuk penanganan kesehatan korban banjir di Konawe Utara ini pihaknya menurukan delapan orang petugas kesehatan, yakni dua dokter, satu orang apoteker dan petugas medis lainnya. BPBD Kabupaten Konawe Utara menyebutkan, warga yang mengungsi akibat banjir yang melanda daerah itu sejak 2 Juni 2019 sudah mencapai 4.585 orang atau 1.340 kepala keluarga (KK).
 
Titik lokasi banjir di daerah itu mencapai 13 desa, yakni di Desa Tambakua, Langgiwo, Polora Indah, Sabandete, Mopute, Longeo, Tapuwatu, Walalindu, Alawanggudu, Puuwanggudu, Labungga, Laronanga dan Kelurahan Lino
Moio.
 
Ke-13 desa tersebut berada di Kecamatan Langgikima, Asera, Oheo, Landawe, Wiwirano, dan Andowia. Banjir itu akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi sehingga tiga sungai meluap, yakni Sungai Lalindu, Wadolo dan Wadambali.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif