pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu. Foto: ANT/Raisan AL Farisi
pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu. Foto: ANT/Raisan AL Farisi

Gas Belerang Tangkuban Parahu Tercium Sampai Cimahi

Nasional erupsi gunung
Depi Gunawan • 12 September 2019 10:53
Bandung Barat: Bau gas belerang yang berasal dari aktivitas Gunung Tangkuban Parahu tercium hingga Kota Cimahi, Jawa Barat, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari puncak Kawah Ratu Tangkuban Parahu.
 
Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) menjelaskan bau belerang dari Tangkuban Perahu diperkirakan akibat tiupan angin ke arah Selatan-Baratdaya atau sekitar wilayah Cimahi dan Bandung Barat.
 
"Berdasarkan analisis data pemantauan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terhirupnya gas pada jarak yang relatif jauh dimungkinkan karena tiupan angin yang cukup kencang," ungkap Kepala PVMBG, Kasbani, Kamis, 12 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menerangkan pihaknya langsung bergerak mengukur gas di sekitar Kawah Ratu Tangkuban Parahu. Hasilnya belum menunjukkan indikasi peningkatan konsentrasi gas CO2, SO2 yang signifikan.
 
"Hasil pengamatan gas dengan drager terukur kobsentrasi CO2 : 0,020 vol persen dan SO2 : 4,6 ppm. Konsentrasi gas-gas tersebut masih relatif lebih kecil dari hasil pengukuran sebelumnya yaitu pada 1 Agustus 2019," bebernya.
 
Dia menjelaskan hasil pengamatan di bibir kawah pukul 21.30 WIB, Rabu, 11 September 2019, teramati asap dengan konsentrasi sedang hingga tebal setinggi 180 meter di atas permukaan kawah. Kolom erupsi tidak teramati tetapi tercium bau belerang yang cukup menyengat disertai suara gemuruh dengan intensitas sedang.
 
Selain itu, pemantauan suhu kawah belum menunjukkan peningkatan, amplitudo tremor yang terekam dominan sekitar 25 milimeter. Status Tangkuban Parahu masih berada di Level II waspada dengan rekomendasi jarak bahaya di dalam radius 1,5 km dari kawah.
 
"Masyarakat yang berada di luar radius 1,5 kilometer agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa namun tetap mengikuti perkembangan aktivitas gunungapi dari PVMBG dan pemerintah daerah," jelasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif