Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri dibantu anggotanya memasang garis polisi di bangunan SDN-2 Panarung yang terbakar di Jalan P.M Noor, Selasa, 14 Januari 2020. ANTARA/Adi Wibowo
Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri dibantu anggotanya memasang garis polisi di bangunan SDN-2 Panarung yang terbakar di Jalan P.M Noor, Selasa, 14 Januari 2020. ANTARA/Adi Wibowo

Polisi Usut Kebakaran SDN 2 Panarung

Nasional kebakaran
Antara • 14 Januari 2020 16:48
Palangka Raya: Kepolisian Resor Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan Sekolah Dasar Negeri 2 (SDN-2) Panarung dan satu unit bangunan rumah penjaga sekolah di Jalan PM Noor Palangka Raya.
 
"Dari hasil penyelidikan kami, api berasal dari kompor gas yang berada di rumah penjaga sekolah yang berdempetan dengan ruangan sekolah," kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Jaladri menjelaskan berdasarkan pengakuan Segah, 55, penjaga sekolah SDN-2 Panarung saat itu sedang berada di kantin sekolah yang posisinya tidak jauh dari kediamannya tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun pada pukul 09.00 WIB ia terkejut mendengar adanya teriakan siswa-siswi yang mengatakan "ada api, ada api" dan saat itu ia keluar dari kantin sekolah, namun api sudah membumbung tinggi di rumahnya.
 
"Segah hanya berhasil menyelamatkan satu sepeda motor yang saat itu berada di luar, saat itu juga kondisi rumahnya dalam kondisi terkunci," jelas Jaladri.
 
Usai api memakan bangunan rumah penjaga sekolah, api dengan cepat juga menjalar ke bangunan ruangan guru, ruangan rapat, ruang tempat ibadah agama Islam, dan toilet sekolah yang semuanya satu atap.
 
Pada saat insiden tersebut terjadi, puluhan siswa dan siswi sedang belajar. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja kerugian ditaksir sekitar Rp250 juta," ucap Jaladri.
 
Di lokasi kejadian petugas pemadam kebakaran yang mendapatkan informasi ada kebakaran di kawasan setempat, langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas memadamkan api dalam waktu sekitar satu jam.
 
Tim Polresta Palangka Raya memberikan garis polisi di bangunan yang hangus terbakar. Kemudian tim melakukan olah tempat kejadian perkara di tempat munculnya asal api.
 
"Petugas selain mengamankan satu unit kompor gas beserta tabungnya yang berukuran tiga kilogram, juga mengamankan meteran listrik beserta talinya," ungkap Jaladri.
 
Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa asal api benar-benar dari kompor atau listrik di kediaman rumah penjaga sekolah. Hanya saja temuan di lapangan akan disamakan dengan hasil pemeriksaan pemilik rumah dan sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan.
 
"Untuk mengetahui penyebab kebakaran kami akan menyatukan hasil oleh TKP dan hasil keterangan pemilik rumah dan sejumlah saksi yang mengetahui persis peristiwa itu," pungkas Jaladri.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif