Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Haedar Nashir Ingatkan Menteri Tinggalkan Pencitraan

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Rhobi Shani • 24 Oktober 2019 16:01
Kudus: Para menteri Kabinet Indonesia Maju mulai bekerja, usai dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu, 23 Oktober 2019. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan para menteri harus mampu bekerja secara optimal sesuai bidangnya dan melahirkan hasil kerja yang signifikan di tengah era populisme.
 
"Di mana pejabat-pejabat publik itu biasa mengambil angle turun ke bawah, kemudian diliput. Itu seharusnya ditinggalkan," tegas Haedar di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Dia mengingatkan para menteri yang menyapa masyarakat bukan sekadar bersalaman. Tapi wajib menyelesaikan masalah masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu namanya populisme yang sejati. Jadi, jangan untuk pencitraan," ujarnya.
 
Setiap menteri mutlak memiliki integritas dari segi moral, etik, dan profesional. Sebab menteri merupakan pejabat publik dan kinerjanya bakal disorot.
 
"Kalau ke belakang masih ada satu, dua, pejabat publik, menteri, pejabat daerah yang tersangkut kasus di KPK, ke depan jangan lagi ada karena ini wilayah yang akan jadi teladan," kata Haedar.
 
Menteri bisa bekerja maksimal dengan dorongan publik. Haedar meminta warga tidak memuji menteri berlebihan.
 
"Jangan dimanjakan para menteri ini. Ketika dia (menteri) diangkat jadi menteri dan disumpah dilantik oleh Presiden, saat itu mereka harus bisa membuktikan bahwa mereka punya tantangan besar, masalah besar," bebernya.
 
Dia menekankan menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju semestinya mampu bekerja optimal membawa Indonesia maju. Terlebih terdapat menteri baru dan muda.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif