Sudarto (ketiga kiri), ayah ZA, tak akan mengajukan banding atas vonis anaknya dalam kasus penganiayaan. (Foto: Medcom.id/Daviq)
Sudarto (ketiga kiri), ayah ZA, tak akan mengajukan banding atas vonis anaknya dalam kasus penganiayaan. (Foto: Medcom.id/Daviq)

Keluarga Pelajar Pembunuh Begal Menerima Vonis Hakim

Nasional pembunuhan
Daviq Umar Al Faruq • 24 Januari 2020 09:47
Malang: Keluarga ZA, pelajar yang membunuh begal, menyatakan menerima vonis Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. ZA sebelumnya dijatuhi vonis hukuman pembinaan selama satu tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Wajak, Malang, atas Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.
 
"Saya berterima kasih atas putusan hakim. Saya terima dan ikhlas dengan apa yang terjadi," kata Sudarto, ayah dari ZA, Kamis, 23 Januari 2020.
 
Sudarto menegaskan pihaknya tidak akan melakukan upaya banding atas putusan hakim tersebut. "Cukup sampai di sini. Biar kasus ini selesai, dan anak saya bisa beraktivitas lagi ke sekolah, itu yang saya inginkan," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Kuasa Hukum ZA, Bakti Reza, mengatakan, keputusan untuk tidak mengajukan banding lantaran berbagai pertimbangan.
 
"Salah satu hal utama adalah untuk menyelamatkan ZA dari semua kegaduhan ini. Pada prinispnya anak ini bisa sekolah dan beraktivitas normal," imbuh dia.
 
Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Nuny Defiary, sebelumnya memutuskan terdakwa ZA terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap Misnan, 35.
 
"Kami menjatuhkan pidana kepada anak dengan pidana pembinaan dalam LKSA selama satu tahun. Sang anak diberikan pendampingan dan pembimbingan," ucapnya, Kamis, 23 Januari 2020.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif