Korban banjir Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Foto: BNPB
Korban banjir Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Foto: BNPB

Korban Tewas Banjir Tapanuli Tengah Bertambah

Nasional bencana banjir
Lukman Diah Sari, Antara • 29 Januari 2020 11:09
Tapanuli Tengah: Banjir merendam Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mengakibatkan dua orang meninggal. Petugas gabungan masih berupaya mengevakuasi warga terdampak banjir.
 
"Kendala di lapangan yakni minimnya alat untuk mengevakuasi korban," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Dia mengaku petugas sangat membutuhkan perahu karet dan kendaraan roda empat untuk mengevakuasi warga terdampak banjir. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut, TNI, Polri, SAR, dan instansi terkait.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Empat kecamatan terdampak banjir," ujarnya.
 
Sebelumnya, Agus menerengkan satu orang tewas, 22 luka, dan 700 kepala keluarga terdampak banjir. Banjir dipucu intensitas hujan yang tinggi.
 
"Banjir merendam sejak pukul 01.00 WIB, dengan ketinggian sekitar 200 sampai 250 sentimeter," jelasnya.
 
Selain Kabupaten Tapanuli Tengah, banjir juga merendam ratusan rumah di Kabupaten Tapanuli Selatan. Banjir diduga dampak tingginya intensitas hujan sejak Selasa, 28 Januari 2020.
 
"Jumlah rumah yang terendam mencapai 163 kepala keluarga," Kepala Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, Habibullah Harahap, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Dia menerangkan air mulai memasuki rumah penduduk sekitar pukul 04.00 WIB, Rabu 29 Januari 2020. Sungai Sangkunur dan Sungai Batang Toru meluap kala itu.
 
"Di Dusun 2 Pardomuan ada 96 KK dan Dusun 3 Setia Baru ada 67 KK sehingga berjumlah 163 rumah yang terendam," jelasnya.
 
Dia mengungkap daerah Dusun 2 Pardomuan terendam air mencapai dua meter. Sedangkan di Dusun 3 Setia Baru ketinggian air mencapai satu meter.
 
"Sejak air naik, sekitar 40 hingga 50 KK dari 163 KK rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman seperti ke Dusun 1 Simataniari dan Dusun 4 Situmba Baru," jelasnya.
 
Siswa SD dan SMP terpaksa diliburkan, akibat sekolah terendam banjir dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. lahan pertanian seluas 30 hektare diperkirakan terendam banjir.
 
"Korban jiwa nihil," ujar dia.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif