Seorang pengungsi yang menderita demam terbaring di lokasi pengungsian Desa Boroboro Lameuru, Kecamatan Ranomeeto Barat, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (17/6/2019). ANTARA FOTO/Jojon.
Seorang pengungsi yang menderita demam terbaring di lokasi pengungsian Desa Boroboro Lameuru, Kecamatan Ranomeeto Barat, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (17/6/2019). ANTARA FOTO/Jojon.

Masa Tanggap Darurat Banjir Konawe Utara Diperpanjang Dua Pekan

Nasional bencana banjir
Antara • 17 Juni 2019 18:57
Kendari: Bupati Konawe Utara Ruksamin memperpanjang masa tanggap darurat di wilayahnya menyusul musibah banjir bandang yang melanda daerah tersebut sejak 2 Juni 2019. Perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena banjir di sejumlah daerah masih belum surut.
 
"Berdasarkan data dari BNPB Konawe Utara dinyatakan bahwa tanggap darurat diperpanjang 14 hari terhitung mulai 16 Juni hingga 29 Juni 2019," kata Kabag Humas Pemkab Konawe Utara, La Ode Aminuddin saat dikonfirmasi, Senin, 17 Juni 2019.
 
Berdasarkan data dari BNPB Kabupaten Konawe Utara, jumlah pengungsi warga yang terdampak bencana banjir tersebut sebanyak 2.217 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 8.515 jiwa, sedangkan yang terdampak banjir di 47 desa dan empat kelurahan yang tersebar di enam kecamatan sebanyak 18.765 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Enam kecamatan yang tergenang air akibat meluapnya tiga sungai yaitu Sungai Lalindu, Sungai Walasolo, dan Sungai Wadambali adalah Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Landawe, Kecamatan Langgikima, Kecamatan Oheo, Kecamatan Wiwirano, dan Kecamatan Motul.
 
Selain mengakibatkan warga mengungsi, banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara ini juga mengakibatkan 370 unit rumah hanyut dan 1.837 unit terendam air.
 
"Pada saat banjir melanda, ketinggian air mencapai tiga hingga empat meter. Kemudian delapan bangunan masjid terendam air," ungkap Aminuddin.
 
Aminuddin menjelaskan fasilitas umum yang terdampak banjir ini meliputi empat jembatan hanyut, satu buah terendam air kemudian empat unit puskesmas, tiga unit puskesmas pembantu, satu unit gudang obat, kemudian tiga pasar tradisional, serta satu ruas jalan Trans Sulawesi.
 
Kemudian Sekolah Dasar yang terendam air sebanyak 10 unit, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak tiga unit, dan Taman Kanak-Kanak sebanyak 17 unit.
 
Sedangkan kerugian pertanian dan perikanan meliputi 970,3 hektare areal persawahan terendam banjir, 83,5 hektare areal tanaman jagung juga terendam air, dan lainnya seperti sebanyak 11 hektare, serta areal tambak yang tergenang air sebesar 420 hektare.
 
Personel yang dilibatkan dalam penanganan banjir di Konawe Utara sebanyak 506 orang yang terdiri dari BPBD Provinsi (9 orang), BPBD KOnawe Utara (29 orang), Kodim, Korem, Polairud, Brimob, Basarnas, Polri, Tagana, PMI, dan Pramuka.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif