Bupati Idza Priyanti meninjau lokasi Pembelajaran Tatap Muka di SMP Negeri 2 Brebes. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Bupati Idza Priyanti meninjau lokasi Pembelajaran Tatap Muka di SMP Negeri 2 Brebes. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

154 SMP di Brebes Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Nasional pendidikan Virus Korona
Kuntoro Tayubi • 18 Agustus 2020 21:51
Brebes: Sebanyak 154 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Brebes, Jawa Tengah resmi membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa adaptasi kehidupan baru mulai hari ini, Selasa, 18 Agustus 2020. Sekolah yang dibuka terdiri dari 77 SMP Negeri dan 77 SMP Swasta.
 
“Ke-154 SMP tersebut setelah menyatakan diri siap menerapkan protokol kesehatan bagi Warga Sekolah, baik dari guru, tenaga Tata Usaha, dan siswa itu sendiri,” kata Bupati Brebes, Idza Priyanti saat meninjau lokasi di SMP Negeri 2 Brebes.
 
Pembelajaran dilaksanakan selama 3 jam di sekolah. Namun, bagi orang tua siswa yang berkeberatan anaknya belajar tatap muka, dipersilakan mengikuti pembelajaran melalui sarana internet atau daring.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Idza berharap para peserta didik memperoleh ilmu yang diberikan guru dengan kurikulum yang telah dirancang dari Menteri Pendidikan yang telah disesuaikan dengan era pandemi sekarang ini.
 
“Untuk sekolah, anak-anak harus membawa bekal dari rumah atau sudah sarapan karena tidak ada jam istirahat dan kantin ditutup,” kata Idza.
 
Diterapkannya protokol kesehatan maka kegiatan pembelajaran tatap muka harus didukung dengan sarana Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang memadai. Hal ini untuk menyiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk kebutuhan kesehatan siswa.
 
Pihak sekolah juga telah menjalin kerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit terdekat. Diterapkannya PTM, karena selain Kabupaten Brebes termasuk Zona Hijau juga atas permintaan orang tua yang diperkuat melalui surat pernyataan mengijinkan pembelajaran tatap muka.
 
Kepala SMP N 2 Brebes, Murtado menjelaskan, berbagai sarana dan prasarana pendukung PTM sudah jauh-jauh hari dipersiapkan secara matang. Penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi syarat mutlak bagi siswa dan guru serta warga sekolah lainnya.
 
“Siswa merasa senang karena bisa kembali ke sekolah, dan bertemu dengan bapak ibu guru serta kawan-kawannya, walaupun kali ini yang hadir secara bertahap dalam 2 sesi,” katanya.
 
Satu kelas hanya diisi separuh siswa untuk menjaga jarak. Sedangkan siswa yang tidak berangkat ke sekolah mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah atau daring.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif