NEWSTICKER
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memimpin langsung upaya sterilisasi ruang publik dari penyebaran virus korona. Foto: Dokumentasi Pemerintah Kota Semarang.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memimpin langsung upaya sterilisasi ruang publik dari penyebaran virus korona. Foto: Dokumentasi Pemerintah Kota Semarang.

Halte Bus Hingga Kota Lama Semarang Disemprot Disinfektan

Nasional Virus Korona
Mustholih • 16 Maret 2020 20:59
Semarang: Pemerintan Kota Semarang, Jawa Tengah, melakukan sterilisasi sejumlah ruang publik dengan menyemprotkan cairan disinfektan. Sterilisasi itu dilakukan setelah virus korona covid-19 mulai menyebar di Provinsi Jawa Tengah.
 
Ruang publik yang disemprot dengan cairan disinfektan, antara lain, halte bus, perkantoran, rumah ibadah, dan tempat wisata. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memimpin langsung upaya sterilisasi ruang publik dari penyebaran virus korona.
"Beberapa tempat yang menjadi konsentrasi aktivitas masyarakat menjadi sasaran utama kita hari ini. Seperti halte BRT, masjid, gereja, taman, dan tempat layanan publik lainnya,’’ kata Hendrar Prihadi, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 16 Maret 2020.
 
Ada tiga tim gabungan masing-masing berisi sepuluh anggota yang dikerahkan Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan sterilisasi. Setiap tim terdiri dari pegawai Pemerintah Kota di Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pertanian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Hendrar Prihadi, langkah preventif ini merupakan Pemerintah Kota menghentikan persebaran virus korona. Hendrar Prihadi menegaskan penyemprotan cairan disinfektan bakal dilakukan setiap hari.
 
"Hingga penyebaran virus benar-benar hilang, dan masyarakat tak lagi cemas. Semua merasa punya informasi dan bersuara sehingga panik," jelas Hendrar Prihadi.
 
Hendrar Prihadi mengungkapkan sebenarnya sterilisasi sudah mulai dilakukan sejak Minggu, 15 Maret 2020 dengam menyemprot kawasan wisata seperti Kota Lama Semarang dan Museum Lawang Sewu.
 
"Kota Lama sudah mulai kita semprot disinfektan dari kemarin," jelas Hendrar Prihadi.
 
Hendrar Prihadi meminta warga Semarang jangan panik dalam menghadapi virus korona. "Untuk pelayanan tetap kita lakukan secara maksimal, namun sedikit kita kurangi interaksi langsung. Masyarakat yang menginginkan pelayanan harus memperoleh fasilitas disinfektan juga," tegasnya.
 

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif