Ilustrasi. Orang utan Kalimantan di Tanjung Puting, Kalteng. Foto: MI/.Dhika Kusuma Winata
Ilustrasi. Orang utan Kalimantan di Tanjung Puting, Kalteng. Foto: MI/.Dhika Kusuma Winata

37 Orang Utan di Kalteng Terserang ISPA

Nasional kabut asap Kebakaran Lahan dan Hutan
Antara • 18 September 2019 08:08
Balikpapan: Sebanyak 37 individu orang utan Kalimantan Tengah (pongo pygmaeus pygmaeus) di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Bukit Batu, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terkena infeksi saluran napas atas (ISPA) akibat asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya sepekan terakhir.
 
"Masih infeksi ringan. Tim medis sudah memberikan multivitamin dan antibiotik, obat juga diberikan dengan menggunakan nebulizer, terutama bagi orang utan yang terlihat menderita lebih parah," kata Chief Executive Officer (CEO) Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Dr Jamartin Sihite, Selasa, 17 September 2019.
 
Sihite menjelaskan nebulizer adalah alat kesehatan yang menghasilkan uap dari obat-obatan cair, sehingga bisa dihirup dengan mudah dan nyaman oleh orang utan. Alat ini membantu mengantarkan obat cair dalam bentuk butiran air yang relatif kecil agar langsung masuk ke dalam paru-paru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada manusia, alat uap digunakan untuk pasien kondisi darurat ataupun pasien rawat jalan untuk mengatasi berbagai macam penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.
 
"Jadi obatnya bisa diserap dengan mudah dan cepat, dan segera efektif khasiatnya," imbuhnya.
 
BOSF merawat 355 orangutan di Nyaru Menteng. Di tempat itu orang utan dipelihara di kandang dan di tempat terbuka bersemak dan berhutan yang dibatasi parit besar yang disebut pulau.
 
Tak hanya di Nyaru Menteng. Kabut asap tipis menggantung di kawasan Samboja Lestari, fasilitas rehabilitasi orangutan (pongo pygmaeus morio) yang dikelola BOSF 50 km utara Balikpapan. Para teknisi BOSF harus menyiram kandang tiga kali sekali dengan menyemprot air ke udara dan di dalam kandang untuk membersihkan udara dan menjaga suhu tetap sejuk.
 
"Untuk sementara kegiatan luar ruang untuk para orang utan muda siswa Sekolah Hutan juga kami batasi," kata Humas BOSF Paulina Laurensia.
 
Sekolah Hutan adalah program BOSF untuk mengajari anak-anak orang utan ataupun orang utan dewasa kemampuan bertahan hidup di hutan. Para orang utan diajari memilih makanan hingga membuat sarang.
 
"Kemudian untuk meningkatkan daya tahan tubuh, orangutan kami berikan susu dan multivitamin. Semuanya tanpa kecuali," lanjut Paulina.
 
Paulina menuturkan asap membawa partikel debu dan karbon sisa pembakaran yang bila memasuki saluran pernapasan bisa menyebabkan reaksi alergi dan memicu infeksi seperti bronkitis dan pneumonia. Terutama saat sistem kekebalan tubuh menurun.
 
"Syukurlah sejauh ini belum ada orangutan di Samboja Lestari yang terjangkit infeksi pernapasan atau biasa dikenal dengan ISPA itu," kata Paulina.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif