Seorang anak mengambil air dari dasar sumur yang mengering di Kampung Kubang Jaya, Petir, Serang, Banten. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman).
Seorang anak mengambil air dari dasar sumur yang mengering di Kampung Kubang Jaya, Petir, Serang, Banten. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman).

Ribuan Warga Pesisir Banjarmasin Kesulitan Air Bersih

Nasional kemarau dan kekeringan
Denny S • 22 Juli 2019 10:05
Banjarmasin: Musim kemarau panjang dan pengaruh interusi air laut menyebabkan ribuan warga di sejumlah desa pesisir di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, Banjarmasin mengalami krisis air bersih. Sebagian warga terpaksa mengonsumsi air asin (payau).
 
Kepala Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, Suriansyah, mengatakan sudah lebih satu bulan desanya dilanda kemarau dan warga mulai kesulitan air bersih.
 
"Air sumur warga mulai asin karena interusi air laut. Sebagian warga terpaksa mengonsumsi air sumur yang asin terutama untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan untuk minum warga membeli air dari pedagang," kata Suriansyah saat dikonfirmasi, Senin, 22 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suriansyah menjelaskan Desa Sungai Musang adalah salah satu desa pesisir atau paling ujung di Kecamatan Aluh-aluh Kabupaten Banjar dengan jumlah penduduk 1.631 jiwa. Meski hanya berjarak sekitar 30 kilometer dari ibukota kabupaten, wilayah ini masuk kategori desa tertinggal karena keterbatasan akses terutama infrastruktur jalan.
 
Selain Desa Sungai Musang desa pesisir lain di Kabupaten Banjar yang mengalami kesulitan air bersih antara lain Desa Simpang Warga Dalam, Desa Tanipah, Desa Bakambat, Desa Pulantan, Desa Aluh-aluh Kecil Muara, Desa Podok dan Desa Terapuh. Ada 19 desa di Kecamatan Aluh-aluh, beberapa diantaranya sudah ada jaringan pipa PDAM namun mengalami kerusakan.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyuddin Ujud mengakui kondisi krisis air akibat kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalsel.
 
"Data BMKG memperkirakan musim hujan baru akan dimulai pada Oktober mendatang. Kemarau panjang menyebabkan kekeringan dan warga kesulitan air bersih," kata Wahyudin.
 
Menurut Wahyudin seperti tahun-tahun sebelumnya Pemda setempat melalui BPBD dan PDAM akan mendistribusikan air bersih kepada warga di wilayah yang mengalami kekeringan. Pada bagian lain interusi air laut juga dialami Sungai Barito dan Sungai Martaputa yang menjadi sumber air baku PDAM Bandarmasih Banjarmasin.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif