ilustrasi/ rakhmat Riyandi
ilustrasi/ rakhmat Riyandi

Guru di Lamongan Ditetapkan Tersangka Setelah Aniaya Murid

Nasional penganiayaan
Amaluddin • 21 Januari 2020 16:33
Surabaya: Seorang guru Madrasah Aliyah Mamba'ul Ulum Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berinisial S, ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan. S terbukti menganiaya murid berinsial SHP, 15, dengan menggunakan besi (tiang net) bulu tangkis hingga tak sadarkan diri.
 
"Usai gelar perkara, kita langsung tetapkan S sebagai tersangka. Sekarang kasus ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamongan, setelah ada laporan dari orangtua korban," kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, saat dikonfirmasi, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Kasus penganiayaan ini berawal ketika siswa yang kini sudah duduk di bangku kelas 10 SMA itu, kembali ke MTs tempat belajar sebelumnya untuk meminta tanda tangan cap tiga jari ijazah, Sabtu, 18 Januari 2020. Namun, diduga terjadi kesalahpahaman dan saling ejek, yang kemudian membuat S memukul siswanya dengan menggunakan besi lonjoran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pukulan tersebut mengakibatkan pelipis bagian kiri siswa terluka dan sempat membuatnya tidak sadarkan diri. Bahkan, siswa tersebut sempat dilarikan pihak keluaga ke rumah sakit, untuk mendapatkan pertolongan medis.
 
Atas perbuatannya, tersangka S diancam Pasal 80 ayat (1) atau ayat (2) UU No. 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.
 
"Polisi juga mengamankan barang bukti satu buah pipa besi (tiang net) Bulutangkis panjang 187 sentimeter dengan dimensi lingkar empat sentimeter yang digunakan untuk memukul korban," pungkas Wahyu.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif