Ilustrasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Perumda Tunas Kota Malang, Jawa Timur/Dok. RPH Perumda Tunas.
Ilustrasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Perumda Tunas Kota Malang, Jawa Timur/Dok. RPH Perumda Tunas.

Sapi Mati di RPH Malang Dilaporkan Suspek PMK

Daviq Umar Al Faruq • 12 Mei 2022 17:44
Malang: Sebanyak tiga ekor sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Perumda Tunas Kota Malang, Jawa Timur, dilaporkan suspek atau bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari tiga hewan ternak tersebut, satu di antaranya mati.
 
"Kemarin siang ada laporan dari RPH Perumda Tunas, ada seekor sapi yang mati. Menurut dokter hewan sudah ada gejala (PMK)," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Anton Pramujiono saat dikonfirmasi, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Anton mengaku, ada tiga ekor sapi yang ditemukan bergejala menyerupai PMK di RPH Perumda Tunas. Selanjutnya, tiga ekor sapi tersebut diambil sampel dan dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk diteliti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan menunggu selama dua tiga hari apakah positif atau tidak. Kalau yang mati itu kami juga masih suspek. Semuanya masih suspek, kami belum tahu apakah positif atau tidaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari laboratorium ya," jelasnya.
 
Baca: Sapi di Kota Bandung Masih Bersih dari PMK
 
Anton menerangkan pihaknya telah menangani sapi suspek PMK yang mati sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sapi yang mati langsung dibakar dan dikubur.
 
"Kemudian kami menyarankan kepada RPH, karena di sana sudah ada dua dokter hewan sendiri untuk menindaklanjuti kasus itu. Jadi harus diperketat untuk sapi-sapi yang masuk, lalu dilakukan disinfektan kepada orang-orang yang keluar masuk RPH maupun kendaraan yang disinyalir. Untuk memutus rantainya," ungkapnya.
 
Di sisi lain, Anton mengaku belum mendapat laporan adanya sapi terinfeksi PMK di kalangan peternak di Kota Malang. Pihaknya juga telah melakukan pengawasan ke seluruh peternak yang tersebar di empat kecamatan di Kota Malang.
 
"Untuk peternak-peternak kita yang di luar itu tidak atau belum. Semoga tidak ada gejala. Setelah kami pantau di empat kecamatan mulai dari Blimbing, Lowokwaru, Sukun, dan Kedungkandang, tidak ditemukan ternak kemarin itu. Kami melakukan sosialisasi kepada jagal-jagal agar tidak mendatangkan sapi dari luar daerah seperti daerah wabah," tegasnya.
 
Menurut data Dispangtan, di Kota Malang ada sekitar 550 peternak sapi dengan jumlah populasi lebih dari 2.800 ekor. Sementara untuk peternak kambing ada 200 orang dengan populasi 1.200 ekor.
 
Sebelumnya, sebanyak 1.247 ternak sapi di empat kabupaten di Jawa Timur terjangkit PMK. Wabah yang mengancam menurunnya produksi ternak ini awalnya muncul di Kabupaten Gresik.
 
Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur merilis wabah PMK tersebut kini menyebar di Kabupaten Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto. Sesuai Surat Edaran Dinas Peternakan Pemprov Jatim No 524.3/5201/122.3/2022 tentang Laporan Kejadian Penyakit Menular Akut Pada Ternak di Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jatim, ada empat wilayah yang sudah terdeteksi penyakit tersebut.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif