Proses pengiriman uba rampa atau makanan sesaji, berupa rengginang kepada kerabat Kraton Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Proses pengiriman uba rampa atau makanan sesaji, berupa rengginang kepada kerabat Kraton Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Keraton Yogyakarta Membagikan Ubarampe

Nasional Idul Adha
Ahmad Mustaqim • 31 Juli 2020 13:48
Yogyakarta: Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat meniadakan grebeg besar, Jumat, 31 Juli 2020 atau 10 Besar Wawu 1953, karena situasi pandemi virus korona (covid-19). Tapi, pihak keraton membagikan ubarampe atau sajen berbentuk makanan, yang biasa disertakan saat grebeg.
 
Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono, menjelaskan ubarampe yang biasa disertakan pada gunungan itu berupa rengginang. Pembagian ubarampe biasa dilakukan seperti saat peringatan Idulfitri.
 
"Prosesi ini tetap bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya. Pelaksanaan garebeg pada zaman dahulu memang dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan seperti dikenal saat ini," kata Condrokirono.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Putri kedua Sri Sultan Hamengku Buwono X ini mengatakan, ubarampe rengginang yang dibagikan sebanyak 2.700 buah. Jumlah ubarampe sama banyaknya saat grebeg masih dilakukan sebelum pandemi. Rengginang biasanya disertakan di Gunungan Estri dan Gunungan Dharat.
 
Ia mengatakan, ubarampe mulai dirangkai di Bangsal Srimanganti, Kraton Yogyakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Adapun prosesi ini dilakukan Kanca Abrit dan dipimpin Penghageng KHP Wahana Sarta Kriya, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Kusumanegara.
 
Seluruh ubarampe diinapkan semalam dan akan didistribusikan kepada abdi aalem Kraton Yogyakarta, Puro Pakualaman, dan Kepatihan.
 
"Setelah rangkaian selesai disiapkan, gerabah tempat ubarampe diletakkan dibusanani atau diberikan kain penutup bermotif bangun tulak," terangnya.
 
Ia menambahkan, proses pembagian lewat abdi dalem dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan. Condrokirono mengatakan, pembagian ubarampe hanya dilakukan abdi dalem dan kerabat kraton
 
"Semua abdi dalem, baik yang bertugas maupun yang mengikuti prosesi juga wajib menggunakan masker dan mematuhi standar protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan saling menjaga jarak," ujarnya.
 

(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif