Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Medcom.id/Mustaqim)
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Medcom.id/Mustaqim)

DIY Enggan Buru-buru Terapkan Kenormalan Baru

Nasional Virus Korona New Normal Kenormalan Baru
Ardi Teresti Hardi • 03 Juni 2020 11:46
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X enggan buru-buru menerapkan kenormalan baru. Ia tidak ingin gelombang kedua pandemi covid-19 terjadi saat era new normal diberlakukan.
 
"Kita harus hati-hati sekali. Harus cermat. Perlu pemahaman serius agar ketika new normal jangan sampai ada periode kedua covid-19," ujarnya, di Ndalem Ageng Kompleks Kepatihan, Selasa, 2 Juni 2020.
 
Menurut Sultan, tatanan hidup baru harus disiapkan dengan matang. Meskipun jika dilhat dari perkembangan kasus covid-19 di DIY, provinsi itu memenuhi syarat diterapkan new normal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syarat penerapan tatanan kenormalan baru, lanjut dia, jumlah positif covid-19 harus turun 50%. Sedagkan di DIY saat ini kasus covid-19 telah turun hingga 73%.
 
Baca juga:Sumut Memulai Transisi Menuju Kenormalan Baru
 
"Pembangunan kembali (salah satunya) ekonomi di DIY harus kita lakukan bertahap, jangan terlalu drastis. Sambil kita pantau perkembangannya, kita harus sambil belajar pada situasi," ungkapnya.
 
Sri Sultan menilai dengan prinsip kehati-hatian, kenormalan baru tidak berisiko bagi masyarakat kecil. Para pelaku bisnis, termasuk sektor pariwisata di DIY pun diminta disiplin menerapkan protokol pencegahan covid-19.
 
"Protokol kesehatan sangat penting diterapkan kepada tamu ataupun karyawan industri pariwisata," jelasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif