Rumah milik Rusmini, 71, warga Kampung Teras, RT06 RW 03, Desa Kamaruton, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa, 12 Mei 2020. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Rumah milik Rusmini, 71, warga Kampung Teras, RT06 RW 03, Desa Kamaruton, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa, 12 Mei 2020. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

Nenek Berusia 71 Tahun di Serang Tak Tersentuh Bansos

Nasional Virus Korona PSBB
Hendrik Simorangkir • 12 Mei 2020 22:20
Tangerang: Rusmini, 71, warga Kampung Teras, RT06 RW 03, Desa Kamaruton, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten tidak tersentuh bantuan sosial dampak covid-19. Bahkan dirinya yang hidup sebatang kara dengan rumah reyotnya itu pun tidak memiliki asuransi kesehatan dari pemerintah.
 
"Enggak dapat bantuan, cuma dapat bantuan beras doang dari Pak Camat. Enggak pernah dikasih apa-apa. Saya minta tolong di bantuin, tapi enggak bisa katanya. KTP, KK juga ada," kata Rusmini di rumahnya, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Baca: Kemensos Salurkan Bantuan Tunai Kepada 58.054 Warga Brebes

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan program bantuan yang digelontorkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsos Ratu) dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pun tidak didapatkannya.
 
Untuk makan sehari-hari Rusmini harus mencari sisa gabah atau butiran padi di sawah ketika musim panen datang. Terkadang Sumini mencari ikan di sawah dan sungai untuk dijual kembali. Jika tak laku, gabah dan ikan kecil itu diolah untuk makan sehari-hari.
 
"Kadang ada yang ngasih (makan), kadang makan dari bekas padi di sawah, (gabah nyari di sawah) paling dapat setengah ember. Cari ikan kecil-kecil di kali (sungai) untuk di jual lagi. Ada saja yang beli kalau kasian," jelas Rusmini.
 
Rusmini yang sudah tinggal di rumah reyotnya selama puluhan tahun itu hanya beralaskan semen yang sudah berlubang di banyak titik dan tidak dialiri listrik. Hanya lampu tetangganya lah menerangi rumahnya dikala malam tiba.
 
Saat hujan tiba, genteng rumahnya tidak mampu lagi menahan air yang jatuh sehingga membuat ruangan dalam rumahnya banjir. Terkait untuk menghidangkan makanan, Rusmini hanya menggunakan tungku dengan bahan bakarnya dari kayu bekas.
 
Marfuah, salah satu warga setempat yang berupaya membantu Rusmini mengaku sudah berusaha agar sang nenek bisa mendapatkan bantuan dengan mengumpulkan KTP dan KK dalam pendataan bantuan. Nyatanya hingga kini tak pernah datang bantuan itu ke rumah sang nenek.
 
"Iya enggak pernah dapat, paling sodaqoh itu dapatnya dari warga, bantuan dari pemerintah enggak pernah dapat. Bantuan korona ini enggak dapat," kata Marfuah.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif