Polisi buka Posko pengaduan korban kasus penipuan Wedding Organizer Pandamanda. (Foto: Medcom.id/Octavianus)
Polisi buka Posko pengaduan korban kasus penipuan Wedding Organizer Pandamanda. (Foto: Medcom.id/Octavianus)

Korban Penipuan WO Pandamanda Bertambah

Nasional penipuan Pernikahan
Octavianus Dwi Sutrisno • 10 Februari 2020 15:49
Depok: Jumlah korban penipuan jasa pernikahan wedding organizer (WO) Pandamanda bertambah. Hingga kini, 60 korban datang Mapolres Metro Depok mengajukan pengaduan.
 
"Korban mulai dari vendor hingga calon pengantin, paling banyak katering," ucap Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah di Mapolres Metro Depok, Senin, 10 Februari 2020.
 
Menurut Azis, pihaknya bahkan harus membuka posko pengaduan guna mengakomodasi pelaporan para korban. Pembukaan posko untuk membantu proses penyidikan, terutama menghitung total kerugian korban maupun keuntungan materiel yang didapatkan pelaku, AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada yang sudah membayar lunas. (Juga) membayar dengan sistem uang muka. Sedangkan untuk vendor rata-rata belum dibayar. Nanti kita rekap untuk mengetahui keseluruhan kerugian korban," bebernya.
 
Polisi juga meminta tersangka menggambarkan alur pembiayaan jasa perkawinan yang dibebankan kepada para korban. Dari situ, hitung-hitungan untung dibandingkan pelayanan yang diberikan kepada para korban dinilai taki masuk akal.
 
"Saya sempat minta gambarkan pembayaran Rp50 juta (promo paket pernikahan), yang ditawarkan untuk wardrobe, undangan, katering, ternyata kurang. Artinya, dia salah hitung dan dari penjelasannya juga sudah tidak masuk akal," jelasnya.
 
Disisi lain, penyidik telah melakukan penyitaan aset milik AS. Termasuk menggeledah kediaman AS di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok.
 
"Aset yang disita, di antaranya, mobil pick up L 300, kemudian mobil jenis Mistshubishi Mirage yang digunakan tersangka, serta satu unit sepeda motor," ungkapnya.
 
Polisi menetapkan bos Pandamanda, AS, sebagai tersangka dugaan penipuan. Ia dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman minimal empat tahun kurungan penjara.
 


 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif