BPTJ Batasi Waktu Operasi Angkutan Barang Tol Tangerang

Hendrik Simorangkir 19 April 2018 12:52 WIB
sistem ganjil genap
BPTJ Batasi Waktu Operasi Angkutan Barang  Tol Tangerang
Kepala BPTJ Bambang Priyono tengah melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha di Kawasan Cikupa Mas, Cikupa, Tangerang. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Tangerang: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menerapkan tiga paket kebijakan di tol Jakarta-Tangerang. Hal tersebut bertujuan untuk menekan kemacetan di jalan tol tersebut dimulai dari tanggal 16 Januari 2018.

Tiga kebijakan tersebut di antaranya skema ganjil-genap ramp-on tol Tangerang 2 dan Kunciran 2 (arah Jakarta) 06.00-09.00 WIB, penerapan lajur khusus angkutan umum (LKAU) dari Tangerang pukul 06.00-09.00 WIB, dan pengaturan jam operasional angkutan barang golongan 3,4, dan 5 dari tol Cikupa hingga tol Tomang (dua arah) 06.00-09.00 WIB.

Salah satu kebijakan yang tengah dilakukan BPTJ yakni sosialisasi pengaturan angkutan barang dalam rangka pelaksanaan paket kebijakan penanganan kemacetan di tol Jakarta-Tangerang.


Kepala BPTJ Bambang Priyono mengatakan, kebijakan itu akan mengatur jam operasional angkutan barang yang akan memasuki Jakarta.

"Angkutan barang yang akan diatur itu golongan III, IV, dan V. Penerapannya akan dilakukan di tol Cikupa hingga tol Tomang dari pukul 06.00-09.00 WIB," ujar Bambang saat melakukan sosialisasi pengaturan angkutan barang ke pelaku usaha di Kawasan Industri Cikupa Mas, Cikupa, Tangerang, Kamis, 19 April 2018.

Skema pengaturan tersebut diberlakukan dua arah dari Tangerang menuju Jakarta dan juga sebaliknya. "Jadi sistemnya bukan ganjil genap seperti kendaraan pribadi, melainkan pembatasan waktu saja bagi angkutan barang dari pukul 06.00-09.00 WIB," jelasnya.

Respons pengusaha

Penerapan aturan yang dilakukan BPTJ ditanggapi serius oleh pimpinan pengelola Kawasan Industri Cikupa-Mas Thomas Otemusu. Pihaknya akan mengevaluasi kebijakan tersebut dalam satu bulan.

"Ya kita lihat dulu penerapannya, apakah ke depannya membuat kita pelaku usaha merugi atau tidak," ucap Thomas.

Pihaknya pun mendukung langkah yang diterapkan BPTJ. Ia menilai saat ini kondisi jalan tol Tangerang menuju Jakarta sangat padat.

"Jadi kita akan memanfaatkan waktu yang ada, yang biasanya pengiriman dimulai 07.00 WIB jadi kami bisa mengaturnya dengan lebih pagi lagi," ungkap pria yang memimpin sebanyak 150 industri yang berada di Kawasan Cikupa Mas itu.

Dia berharap penerapan dapat memaksimalkan biaya yang dikeluarkan dengan waktu tempuh yang ada. Sementara itu, salah satu pelaku usaha dari industri pengiriman Andrian Hanafi menuturkan, angkutan barang bukan satu-satunya penyebab kemacetan di ruan tol.

Pembatasan jam operasional angkutan barang di jalan tol Cikupa-Tomang dinilai hanya sebagai solusi sementara dalam mengatasi kemacetan.

"Pemerintah harus siapkan juga solusi jangka panjangnya, karena pertumbuhan ekonomi nantinya akan menghambat kami untuk melakukan pengiriman," pungkas Andrian.




 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id