Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Pembunuh Mertua Bupati Lamongan Tewas Gantung Diri di Lapas

Nasional bunuh diri Kasus Pembunuhan Jawa Timur Pembunuhan Berencana
Clicks.id • 02 Desember 2021 10:29
Lamongan: Pembunuh Rowaini, mertua Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dikabarkan tewas bunuh diri di lapas Malang, Rabu 1 Desember 2021 pagi. Pelaku pembunuhan yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri tersebut bernama Imam Winarto, 38, warga Desa Tunjungmekar Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan.
 
Kabar itu dibenarkan oleh Lukman Hakim, selaku pengacara pelaku Imam Winarto. “Pembunuh mertua Sekda (Sekarang Bupati Lamongan), mati gantung diri di Lapas Malang, pagi tadi,” kata Lukman di Lamongan, Kamis, 2 Desember 2021.
 
Sebelumnya, Imam Winarto merupakan eksekutor pembunuhan terhadap mertua Bupati Lamongan bersama pelaku lainnya bernama Sunarto, 45, warga Desa Karanggeneng Kecamatan Karanggeneng, yang merupakan otak pembunuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imam Winarto diperintahkan untuk membunuh Rowaini oleh Sunarto yang memiliki dendam kesumat terhadap korban lantaran dianggap mengganggu ketentraman rumah tangga orang tuanya.
 
Baca: Partai Gerindra Bantah Anggotanya di DPRD Kabupaten Tangerang Lakukan KDRT
 
Saat itu, Imam juga mengaku dijanjikan Rp200 juta oleh Susanto jika berhasil membunuh Rowaini dan menerima uang Rp200.000 sebagai uang mukanya. Imam yang terjerat hutang rentenir Rp90 juta pun terpikat meladeninya. Namun, hingga ia ditangkap, uang yang dijanjikan itu tak kunjung diberikan Sunarto.
 
Jenazah korban Rowaini ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya sendiri, Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, dengan beberapa luka di leher dan tangan, pada Jumat awal tahun 2020 silam.
 
Akhirnya, Polisi berhasil membongkar aksi brutal kedua pelaku ini. Akibat pembunuhan berencana yang dilakukan, Imam divonis hukuman seumur hidup. Sedangkan pelaku Sunarto yang juga merupakan anak dari mantan suami korban Rowaini, divonis hukuman mati.
 
Hukuman tersebut berdasarkan putusan majelis hakim yang menilai pelaku melanggar pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat 1 tentang pembunuhan berencana. “Ia mulai ditahan pada 11 Februari 2020 lalu,” kata Lukman.
 
Semula terpidana Imam Winarto mendekam di lapas kelas IIB Lamongan, namun pada tanggal 28 April 2021dipindahkan ke Lapas kelas I Malang Jawa Timur. Kendati demikian, sebenarnya Lukman sebagai pengacaranya masih melakukan upaya hukum kepada Imam, dengan mengajukan grasi ke Presiden.
 
“Saya sendiri cukup prihatin. Padahal kita juga ajukan grasi ke presiden. Tapi ternyata takdir bicara lain,” kata Lukman.
 
Saat ini, jenazah Imam Winarto yang tewas gantung diri tersebut tidak dibawa pulang ke Lamongan, namun dimakamkan di tanah kelahirannya, Kediri.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif