Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Wisatawan ke Wonosobo Wajib Tunjukkan Hasil Tes Antigen

Nasional Virus Korona natal dan tahun baru protokol kesehatan
Antara • 24 Desember 2020 08:33
Wonosobo: Pemerintah Kabupaten Wonosobo mewajibkan kepada wisatawan dari luar daerah menunjukkan hasi tes cepat antigen saat berkunjung ke kawasan wisata di Wonosobo, Jawa Tengah. Kebijakan itu untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 saat libur Natal dan tahun baru 2021.
 
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo menegaskan Pemkab Wonosobo tidak ingin momentum liburan panjang menimbulkan klaster penularan baru. Sehingga menambah jumlah konfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Wonosobo.
 
"Telah diterbitkan surat resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Ada tiga surat yang pada intinya untuk mengajak para pengelola wahana wisata agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mewajibkan para pengunjung dari luar daerah untuk menunjukkan hasil rapid antigen atau rapid test non reaktif untuk bisa masuk ke objek wisata," kata Andang, melansir Antara, Kamis, 24 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain untuk para pengelola objek wisata dan sarana hiburan, fasilitas penginapan, camat hingga kepala desa/kepala kelurahan, surat imbauan juga ditujukan kepada para jajaran pemangku kepentingan dalam upaya pengamanan dan pencegahan.
 
"Kami menggandeng unsur TNI, Polri, serta perangkat daerah terkait seperti Satpol PP, Kesbangpol hingga Dinas Kominfo demi menguatkan upaya pencegahan penyebaran virus, serta mengajak agar semua pihak benar-benar mematuhi peraturan yang telah diterbitkan," jelasnya.
 
Baca: Kulon Progo Tak Beri Izin Kegiatan selama Natal Tahun Baru
 
Dalam surat imbauan yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Kadisparbud Kabupaten Wonosobo Kristiyanto tersebut, tertuang pula ketentuan perihal pelaksanaan even atau kegiatan yang melibatkan lebih dari 50 orang diwajibkan untuk berkoordinasi dan memperoleh izin dari aparat keamanan setempat.
 
Terkait hal tersebut, Andang menyebut ketentuan dari Gubernur Jawa Tengah menjadi acuannya, dengan disertai imbauan agar para pengelola hotel maupun usaha pariwisata tidak menggelar perayaan yang melibatkan banyak orang dan menyebabkan terjadinya kerumunan.
 
"Untuk perayaan Natal, kami imbau agar dalam pelaksanaannya juga mengacu pada peraturan yang berlaku yaitu tidak boleh lebih dari 50 orang atau akan lebih baik lagi apabila digelar secara virtual atau daring," katanya.
 
Apabila akan melaksanakan perayaan Natal, Andang meminta penyelenggara untuk benar-benar mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Namun bila melanggar, sanksi telah disiapkan.
 
“Sansknya yaitu dengan penutupan sementara dan melakukan evaluasi lebih lanjut,” jelasnya. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif