Salah seorang wali murid menjemput anaknya dari Ponpes Anwarul Haromain, di Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Trenggalek (Foto: Metro TV)
Salah seorang wali murid menjemput anaknya dari Ponpes Anwarul Haromain, di Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Trenggalek (Foto: Metro TV)

Populer Daerah; Ratusan Santri Reaktif Covid-19 hingga Museum Rasulullah Diminta Ditutup

Nasional Virus Korona santri museum pondok pesantren
Meilikhah • 16 November 2020 08:00
Jakarta: Akhir pekan, 15 November 2020, sejumlah peristiwa terdokumentasi dalam kanal Daerah Medcom.id. Salah satunya ratusan santri di Trenggalek, Jawa Timur, reaktif covid-19 dan puluhan lainnya dinyatakan positif terpapar virus korona.
 
Tak cuma itu, direktur rumah sakit di Surabaya, bahkan harus meregang nyawa karena virus korona. Ada pula dorongan dari legislator di Probolinggo yang meminta Museum Rasulullah ditutup sementara. 
 
Berikut rangkumannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. 77 Positif, 123 Santri di Trenggalek Reaktif Covid-19
 
Trenggalek: Dinas Kesehatan Trenggalek, Jawa Timur, kembali melakukan penelusuran atau pelacakan di pondok pesantren Anwarul Haromain. Tracing dilakukan pascatemuan 77 santri yang positif terpapar virus korona. Dari hasil rapid test terdapat 123 santri reaktif.
 
"Rapid test kami lakukan terhadap 432 santri perempuan. Hasilnya ditemukan 123 santri yang reaktif," kata Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek, Saeroni, Minggu, 15 November 2020.
 
Selengkapnya, di sini. 
 
2. Dirut RSI Ahmad Yani Surabaya Meninggal Terpapar Covid-19
 
Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya, Jawa Timur, Dokter Samsul Arifin, tutup usia pada Sabtu, 14 November 2020. Ia meninggal akibat terpapar covid-19.
 
Wakil Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Jawa Timur itu mengembuskan nafas terakhir setelah hampir 20 hari dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya.
 
Selengkapnya, di sini. 
 
3. DPRD Probolinggo Minta Museum Rasulullah Ditutup
 
DPRD Kota Probolinggo, Jawa Timur, merekomendasikan Museum Rasulullah di Jalan Suroyo, Kecamatan Tisnonegaran, ditutup sementara. Legislator menilai keberadaan museum itu melanggar aturan.
 
"Belum ada kejelasan kontribusi Museum Rasulullah ke pemerintah kota, sehingga direkomendasikan museum itu ditutup sementara," kata Pimpinan Banggar sekaligus Wakil II DPRD kota Probolinggo, Fernanda Zulkarnain, Minggu, 15 November 2020.
 
Selengkapnya di sini.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif